Kamis, Februari 17, 2011

Ayo Ajari Anak kendalikan Porsi Makan Sejak Dini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Mengapa di saat ini banyak dijumpai orang dengan berat badan berlebih? Jawaban sederhana, terlalu banyak makan akibat porsi besar.

Namun bila orangtua mendidik anak-anak mereka tentang ukuran porsi yang pas dan sesuai, mereka bakal cenderung tetap dengan porsi sehat itu hingga dewasa. Bagaimana caranya, berikut tips yang diberikan oleh Nemours Foundation seperti yang dikutip oleh Healthdays.


* Letakan makanan pada piring lebih kecil sehingga porsi terlihat lebih besar
* Bagilah snack dan berikan dalam porsi kecil alih-alih membiarkan anak anda mendekap satu kemasan besar selagi mengudap
* Ketimbang menyimpan makanan sisa ke dalam kontainer besar, lebih baik letakkan dalam ukuran-ukuran lebih kecil.
* Sajikan makanan secukupnya di atas meja. Cara ini bisa membatasi keinginan anggota keluarga untuk selalu kembali mencomot makanan.
* Bila anda memasak di rumah, buatlah resep satu sajian untuk melatih dan membiasakan anak anda secara visual mengenali porsi yang tepat
* Santap makanan dengan perlahan dan pastikan dalam menu mengandung banyak sayuran dan buah.
* Buat pesan secara terpisah untuk tiap anggota keluarga bila makan di restoran. Sebisa mungkin jangan pesan menu bersama yang disajikan dalam porsi besar.
* Boleh saja sesekali mengajak si kecil ke restoran cepat saji, tapi hindari menu berukuran plus-plus, seperti Big Mac.
Republika.co.id

Selasa, Februari 08, 2011

Siswa Indonesia Sabet 3 Emas 4 Perak Di Ajang IJSO Nigeria

Jakarta – The 7th International Junior Science Olympiad (IJSO) olimpiade sains junior tingkat internasional baru saja selesai dihelt di Abuja, Nigeria. Peserta dari Indonesia berhasil memperoleh 3 emas, 4 perak, dan 1 perunggu di ajang bergengsi tersebut.
Dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (11/12/2010), kompetisi sains tersebut seluruhnya diikuti oleh 35 negara dari benua ASIA, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin. Acara berlangsung dari tanggal 2 hingga 10 Desember yang lalu.
“IJSO merupakan kegiatan olimpiade sains junior tahunan untuk perorangan dan tim/kelompok dengan batasan umur dibawah 15 tahun pada tanggal 31 Desember dalam tahun dilaksanakannya perlombaan,” tulis Catur Hadianto, Pelaksana Fungsi Penerangan KBRI Abuja.
Dikatakannya, IJSO bertujuan untuk meningkatkan minat generasi muda dalam mengembangkan sains dan murni untuk pendidikan. Indonesia merupakan pemrakarsa berdirinya olimpiade sains junior ini. IJSO pertama di Jakarta pada Desember 2004.
“Dalam kesempatan IJSO ke-7 di Nigeria kali ini, Indonesia mengirimkan 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 siswa didampingi oleh para tim leader-nya,” imbuh Catur.
Acara ditutup oleh Menteri Federation Capital Territory (FCT) Nigeria yang diwakili Deputy Minister of FCT Nigeria. Duta Besar RI untuk Nigeria Bapak Sudirman Haseng turut hadir dan menyaksikan pengalungan medali kepada para pemenang lomba.
sumber: detik.com

Rabu, Februari 02, 2011

crop circle

VIVAnews - Setelah di Sleman dan Bantul, Yogyakarta, crop circle muncul lagi di sawah di Desa Banyusari, Kecamatan Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah. Crop Circle itu ditemukan Sabtu pagi (29/1), oleh Muhaimin, santri Pondok Pesantren Hidayatul Muhtadiin yang berada dekat area persawahan.

Meski belum meneliti crop circle yang diyakini sebagian orang sebagai 'jejak UFO' ini,  Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menduga pembuatnya adalah manusia.

"Kami duga ini adalah buatan manusia, sudah tidak mungkin karena UFO," kata  Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa LAPAN, Sri Kaloka Prabotosari, saat dihubungi VIVAnews, Senin 31 Januari 2011 pagi.

Pihaknya, kata Sri Kaloka, belum memutuskan apakah akan mengirimkan tim ke Magelang. "Kami konsultasikan dulu ke pimpinan. Namun, jika kuat mengarah ke dugaan orang iseng, mungkin tidak."

Sri Kaloka mengimbau masyarakat untuk bersikap rasional ketika menghadapi fenomena-fenomena aneh, seperti crop circle.  "Jangan selalu heboh, diperhatikan apakah masuk akal atau tidak. Jangan terburu-buru menduga," kata dia.

Untuk crop circle, jelas dia, secara visual pun masyarakat bisa melihat, apakah ini buatan manusia atau terbentuk karena faktor lain.  "Lihat apakah rebahan padinya dipaksakan, jika ya, berarti kemungkinan besar adalah buatan manusia," kata Sri Kaloka.

Pertanda yang lain, tambah dia, adalah alur. Jika mengikuti alur yang sama kuat diduga adalah buatan manusia. "Masyarakat juga bisa mempelajari bagaimana crop circle dibuat," tambah dia.

Crop circle di Magelang berbentuk 5 lingkaran. Lingkaran ke tiga berbentuk gerigi, dengan diameter 2,5 meter. Sedangkan 4 lingkaran lainnya berbentuk bulat, dengan diameter 1,5 meter.

Bentuknya lebih kecil dari pada crop circle di Berbah, Sleman yang diameternya 70 meter, dan di Piyungan yang 25 meter.

Sebelumnya LAPAN mengirimkan tim ke dua lokasi crop circle itu. Hasilnya, dipastikan itu adalah buatan manusia. Hasil penelitian Badan Tenaga Nuklir Nasional juga membuktikan tak ada paparan radiasi.
• VIVAnews