Kamis, Desember 27, 2012

Legenda Batu Golog

Pada jaman dahulu di daerah Padamara dekat Sungai Sawing di Nusa Tenggara Barat hiduplah sebuah keluarga miskin. Sang istri bernama Inaq Lembain dan sang suami bernama Amaq Lembain
Mata pencaharian mereka adalah buruh tani. Setiap hari mereka berjalan kedesa desa menawarkan tenaganya untuk menumbuk padi.
Kalau Inaq Lembain menumbuk padi maka kedua anaknya menyertai pula. Pada suatu hari, ia sedang asyik menumbuk padi. Kedua anaknya ditaruhnya diatas sebuah batu ceper didekat tempat ia bekerja.
Anehnya, ketika Inaq mulai menumbuk, batu tempat mereka duduk makin lama makin menaik. Merasa seperti diangkat, maka anaknya yang sulung mulai memanggil ibunya: “Ibu batu ini makin tinggi.” Namun sayangnya Inaq Lembain sedang sibuk bekerja. Dijawabnya, “Anakku tunggulah sebentar, Ibu baru saja menumbuk.”

Begitulah yang terjadi secara berulang-ulang.

rusa dan kumolang

Pada jaman dahulu di sebuah hutan di kepulauan Aru, hiduplah sekelompok rusa. Mereka sangat bangga akan kemampuan larinya. Pekerjaan mereka selain merumput, adalah menantang binatang lainnya untuk adu lari. Apabila mereka itu dapat mengalahkannya, rusa itu akan mengambil tempat tinggal mereka.
Ditepian hutan tersebut terdapatlah sebuah pantai yang sangat indah. Disana hiduplah siput laut yang bernama Kulomang. Siput laut terkenal sebagai binatang yang cerdik dan sangat setia kawan. 
Pada suatu hari, si Rusa mendatangi si Kulomang. Ditantangnya siput laut itu untuk adu lari hingga sampai di tanjung ke sebelas. Taruhannya adalah pantai tempat tinggal sang siput laut.
Dalam hatinya si Rusa itu merasa yakin akan dapat mengalahkan si Kulomang. Bukan saja jalannya sangat lambat, si Kulomang juga memanggul cangkang. Cangkang itu biasanya lebih besar dari badannya. Ukuran yang demikian itu disebabkan oleh karena cangkang itu adalah rumah dari siput laut. Rumah itu berguna untuk menahan agar tidak hanyut di waktu air pasang. Dan ia berguna untuk melindungi siput laut dari terik matahari.

Legenda Mandangi

Di sebuah tempat di daerah Tumbang Manjul tepatnya kurang lebih 43 kilo meter dari Desa Tumbang judul Manjul terdapat mitos tentang sebuah kerajaan makhluk baik.

Konon diceritakan bahwa di Sungai Mandaham desa Tumbang Manjul terdapat gaib yaitu Perek Rango yang dikuasai oleh titisan dari dewa angin.

Pada jaman dahulu sebuah hutan belantara yang tak jauh dari muara Sungai Mandaham hiduplah sepasang suami istri yaitu nyai Rangkas dan Sangkajang.

Selasa, Desember 11, 2012

Cara Memprediksi Cuaca, Dengan Angin, Asap, Awan


Bagi anda yang ingin mengetahui  cuaca hari ini untuk beberapa saat yang akan datang secara tradisional tanpa menggunakan teknologi apapun, anda bisa memperkirakan apakah cuaca akan baik, buruk, cerah, hujan, dan lain sebagainya hanya dengan melihat kondisi dan gejala-gejala yang terlihat di alam. Matahari, bulan, angin, kabut, awan dan asap bisa dijadikan patokan untuk prediksi cuaca ke depan, namun sudah pasti hasilnya tidak akan 100% tepat.

Mari kita belajar memprakirakan, meramal, memprediksi, memperkirakan cuaca beberapa saat ke depan :
1. Memprediksi Cuaca Dengan Melihat Kondisi Matahari
- Apabila ketika terbit memiliki warna merah tua disertai awan gelap maka kemungkinan akan turun hujan. Jika terang dengan cahaya penuh maka kemungkinan cuaca akan cerah.
- Jika ketika matahari terbenam warnanya kuning cerah dan warna oranye di bawahnya, maka kemungkinan hujan akan turun. Hujan juga mungkin akan turun jika warnanya kuning pucat.
2. Memprediksi Cuaca Dengan Melihat Kondisi Bulan
- Jika bulan bersinar sangat terang, itu berarti menandakan cuaca dengan baik alias cerah.
- Jika banyak awan yang menyelimuti bulan ada kemungkinan hujan akan turun.
- Jika ada cahaya lingkaran di sekitar bulan kemungkinan ada suatu perubahan cuaca.
3. Memprediksi Cuaca Dengan Melihat Kondisi Awan
- Jika saat ada awan kumulus atau awan yang bulat seperti gunung tertutup salju hawanya terasa panas, maka kemungkinan akan turun hujan.
- Apabila ada awan sirrus atau awan yang seperti arak-arakan kepulan awan yang sangat tinggi letaknya, maka kemungkinan akan turun hujan.
4. Memprediksi Cuaca Dengan Melihat Kondisi Angin
- Jika ada angin lemah dari arah utara atau timur kemungkinan akan terjadi cuaca baik, namun jika datangnya dari arah barat atau barat daya, kemungkinan hujan atau gerimis akan tiba.
- Jika putaran angin searah jarum jam, maka cuaca kemungkinan baik. Sedangkan jika arah putaran angin berputar berlawanan arah jarum jam kemungkinan akan hujan.
5. Memprediksi Cuaca Dengan Melihat Kondisi Kabut
- Jika kabut menggumpal cerah seperti awan maka cuaca mungkin akan baik.
- Jika ada kabut gunung kemungkinan akan ada hujan, akan tetapi jika kabut lembah maka kira-kira kemungkinan cuaca akan cerah.
- Cuaca berawan/berkabut di pagi hari yang terlihat semakin cerah, maka mungkin cuaca akan terus cerah.
6. Memprediksi Cuaca Dengan Melihat Kondisi Asap / Asep
- Jika kita membakar sesuatu dengan asap membumbung tinggi menjulang ke langit, kemungkinan cuaca cerah.
- Apabila asap yang dihasilkan dari pembakaran cepat pudar dan hilang, serta arahnya agak condong ke bawah, kemungkinan hujan akan turun membasahi permukaan bumi.
Selamat mencoba belajar memperkirakan cuaca dengan kamampuan anda sendiri.
Keterangan :
- Kata “meramalkan” cuaca sangat sensitif di indonesia karena seperti ada hubungannya dengan hal yang berbau supranatural. Akan tetapi dalam pengertian di sini meramal adalah sama dengan mengira-ngira atau prediksi dengan ilmu pengetahuan kuno tanpa bertanya kepada makhluk halus.
- Awan gelap atau mendung tidak berarti akan turun hujan maupun gerimis.
- Jika ada yang salah atau ada tambahan silahkan berikan komentar anda, terima kasih.

Daun Yang tak Pernah Basah

Walaupun daun teratai terapung di atas air, tidak ada air yang mampu menembus permukaan air dan mengalir masuk ke dalam daun. Ini disebabkan karena daun teratai ditutupi oleh permukaan kasar yang memiliki tonjolan2 berlilin, yang menyebabkan air membentuk gumpalan dan tergelincir jatuh dari daun. Hal ini ditemukan oleh Lei Jiang dari Akademi Sains Cina di Beijing beserta rekan2nya.
Mikroskkop electron menunjukkan bahwa, di dekat ujung daun, tonjolan2 berlilin digantikan oleh permukaan halus yang terdiri dari lipatan2 dan alur2, sehingga mencegah aliran balik dari tetesan2 air. Struktur mikroskopik dan kimia permukaannya menyebabkan dedaunan teratai tidak pernah basah. Sehingga butiran2 air akan menggumpal pada permukaan daun seperti air raksa. Fenomena ini dikenal sebagai efek lotus.

“Daun teratai ditutupi oleh permukaan kasar yang memiliki tonjolan2 berlilin, yang menyebabkan air membentuk gumpalan dan tergelincir jatuh dari daun” Keadaan ini menunjukkan bahwa daun teratai mampu membersihkan dirinya sendiri. Selain itu “ia” mampu menjaga kebersihannya meskipun ia berada di tempat yang kotor

Rabu, Desember 05, 2012

Bagaimana Terjadinya Hujan

Hujan adalah peristiwa turunnya air dari langit ke bumi. Awalnya air hujan berasal dari air dari bumi seperti air laut, air sungai, air danau, air waduk, air rumpon, air sawah, air comberan, air susu, air jamban, air kolam, air ludah, dan lain sebagainya. Selain air yang berbentuk fisik, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, serta benda-benda lain yang mengandung air,Hujan merupakan satu bentuk presipitasi yang berwujud cairan. Presipitasi sendiri dapat berwujud padat (misalnya salju dan hujan es) atau aerosol (seperti embun dan kabut). Hujan terbentuk apabila titik air yang terpisah jatuh ke bumi dari awan. Tidak semua air hujan sampai ke permukaan bumi karena sebagian menguap ketika jatuh melalui udara kering. Hujan jenis ini disebut sebagai virga. Hujan memainkan peranan penting dalam siklus hidrologi. Lembaban dari laut menguap, berubah menjadi awan, terkumpul menjadi awan mendung, lalu turun kembali ke bumi, dan akhirnya kembali ke laut melalui sungai dan anak sungai untuk mengulangi daur ulang itu semula.

Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya bantuan panas matahari. Air yang menguap / menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain. Di langit yang tinggi uap tersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga membentuk awan. Dengan bantuan angin awan-awan tersebut dapat bergerak kesana-kemari baik vertikal, horizontal dan diagonal, Akibat angin atau udara yang bergerak pula awan-awah saling bertemu dan membesar menuju langit / atmosfir bumi yang suhunya rendah atau dingin dan akhirnya membentuk butiran es dan air. Karena berat dan tidak mampu ditopang angin akhirnya butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi (proses presipitasi). Karena semakin rendah suhu udara semakin tinggi maka es atau salju yang terbentuk mencair menjadi air, namun jika suhunya sangat rendah maka akan turun tetap sebagai salju

Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan,
adalah sebagai berikut:


TAHAP - 1Pergerakan awan oleh angin: Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.
TAHAP - 2Pembentukan awan yang lebih besar: Kemudian awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.
TAHAP - 3
Pembentukan awan yang bertumpang tindih: Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dsb. (Anthes, Richard A.; John J. Cahir; Alistair B. Fraser; and Hans A. Panofsky, 1981, The Atmosphere, s. 269; Millers, Albert; and Jack C. Thompson, 1975, Elements of Meteorology, s. 141-142) Kita harus ingat bahwa para ahli meteorologi hanya baru-baru ini saja mengetahui proses pembentukan awan hujan ini secara rinci, beserta bentuk dan fungsinya, dengan menggunakan peralatan mutakhir seperti pesawat terbang, satelit, komputer, dsb. Sungguh jelas bahwa Allah telah memberitahu kita suatu informasi yang tak mungkin dapat diketahui 1400 tahun yang lalu.


Jenis-jenis hujan berdasarkan terjadinya

Hujan siklonal,
yaitu hujan yang terjadi karena udara panas yang naik disertai dengan angin berputar.


Gambar hujan siklonal



Hujan zenithal
yaitu hujan yang sering terjadi di daerah sekitar ekuator, akibat pertemuan Angin Pasat Timur Laut dengan Angin Pasat Tenggara. Kemudian angin tersebut naik dan membentuk gumpalan-gumpala Untuk kepentingan kajian atau praktis, hujan dibedakan menurut terjadinya, ukuran butirannya, atau curah hujannya. awan di sekitar ekuator yang berakibat awan menjadi jenuh dan turunlah hujan.
Gambar hujan zenithal



Hujan orografis
yaitu hujan yang terjadi karena angin yang mengandung uap air yang bergerak horisontal. Angin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi. Terjadilah hujan di sekitar pegunungan.


Gambar hujan orografis


Hujan frontal
yaitu hujan yang terjadi apabila massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara yang panas. Tempat pertemuan antara kedua massa itu disebut bidang front. Karena lebih berat massa udara dingin lebih berada di bawah. Di sekitar bidang front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan frontal.
Gambar hujan frontal

Hujan muson
atau hujan musiman, yaitu hujan yang terjadi karena Angin Musim (Angin Muson). Penyebab terjadinya Angin Muson adalah karena adanya pergerakan semu tahunan Matahari antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan. Di Indonesia, hujan muson terjadi bulan Oktober sampai April. Sementara di kawasan Asia Timur terjadi bulan Mei sampai Agustus. Siklus muson inilah yang menyebabkan adanya musim penghujan dan musim kemarau.


Gambar hujan muson

Hujan asam
juga bisa diartikan sebagai segala macam hujan dengan pH di bawah 5,6. Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6) karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.


Gambar hujan asam



Hujan Meteor
Perseid bisa di lihat saat matahari terbenam dan Venus, Saturnus, Mars serta bulan sabit muncul dari barat secara bersamaan. Saat itulah hujan meteor terjadi. Nama Perseid berasal dari nama Rasi bintang Perseus karena hujan meteor ini seolah-olah berasal dari arah rasi bintang itu. Kecepatan meteor tersebut kira-kira 60 kilometer per jam, dan memiliki kilatan meteor yang terang dengan cahaya yang panjangHujan meteor terkadang menawarkan keindahan lain. Tak cuma siraman bintang jauh yang akan menghiasi langit malam, fireball juga bisa muncul sewaktu-waktu. Fireball itu sendiri adalah sebuah cahaya yang besar dan terang yang jatuh diantara hujan Meteor.

Gambar jenis ujan meteor