Selasa, Desember 24, 2013

Bahaya Floride dalam Pasta Gigi dan Air Mineral




Biasakan Menggosok Gigi 2x Sehari. Kalimat iklan itu selalu terngiang-ngiang, sebagai alarm untuk selalu menjaga kesehatan gigi. Zaman Sekarang menggosok gigi menggunakan pasta gigi. Kalau dulu menggosok gigi menggunakan siwak atau serbuk batu bata. Pasta gigi memang dinilai lebih praktis, lebih menarik, dan tnentunya mudah didapat. Tak hanya di super market, di warung-warung kecil pun kini kita bisa menemukan pasta gigi. Hanya saja, pasta gigi masa kini terdapat kandungan berbahaya yang tak banyak orang yang mengetahui. Kandungan berbahaya itu adalah flouride.



Pada dasarnya, pasta gigi mengandung berbagai jenis fluoride. Fluoride yang banyak digunakan adalah jenis sodium monofluoro fosfat (MFP) dan sodium fluoride (NaF). Menurut Iman Firmansyah, Tim Peneliti Lembaga Konsumen Jakarta Public Interest Research and Advocacy Center (LKJ PIRAC), di Indonesia, kandungan fluoride pada pasta gigi anak ternyata cukup besar, yaitu antara 800-1500 ppm. Padahal di beberapa negara, batas maksimal kandungan fluoride mulai dikurangi. Contohnya, di negara Eropa, Australia, dan New Zealand kandungan fluoride berkisar 250-500 ppm.

Hasil penelitian Departemen Kesehatan Belgia menyimpulkan bahwa penggunaan fluoride secara berlebihan dapat menyebabkan osteoporosis dan kerusakan sistem syaraf. Ini mendorong pemerintah Belgia melarang beredarnya segala jenis tablet dan permen yang mengandung fluoride. Pemerintah Belgia juga sedang mempresentasikan hasil penelitiannya di depan anggota Uni Eropa untuk memperoleh kesepakatan bersama pelarangan pasta gigi yang mengandung fluoride.

Fluoride yang ada dalam pasta gigi biasanya berupa sodium monofluoro fosfat ataupun sodium fluoride. Hampir sebagian pasta gigi yang dijual di Indonesia mengandung Fluoride. Selama 50 tahun ini Fluoride menjadi bahan efektif melindungi email gigi dari kerusakan akibat asam dan mencegah gigi berlubang. Namun ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa penggunaan Fluoride dalam jangka waktu lama ternyata memiliki sejumlah bahaya bagi tubuh manusia.

Jumat, Desember 13, 2013

KANDUNGAN URIN MANUSIA

Urine dihasilkan dari proses penyaringan darah melalui proses pembentukan urine. Proses pembentukan urine melalui tiga proses yaitu Filtrasi penyaringan darah yang menghasilkan urine primer, Reabsorbsi yaitu proses penyerapan kembali zat-zat yang dihasilkan dari urin primer yang masih bermanfaat bagi tubuh, proses ini akan menghasilkan urin sekunder, selanjutnya proses Augmentasi, proses ini akan terbentuk urine sesungguhnya.

urin yang terbentuk kemudian akan dikumpulkan di tubulus pengumpul, urin dari ginjal akan dibawa ke ureter, yang selanjutnya ditampung di kandung kemih, setelah kandung kemih penuh air akan mendorong uretra untuk mengeluarkan urin.

bahan-bahan yang dikandung dalam urin terkandung pada
Jumlah air yang diminum, jumlah garam, warna urin (globulin), dan hormon.