Senin, Desember 15, 2014

Pemuaian

Pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda karena pengaruh perubahan suhu atau bertambahnya ukuran suatu benda karena menerima kalor. Pemuaian terjadi pada 3 zat yaitu pemuaian pada zat padat, pada zat cair, dan pada zat gas.

Pemuaian yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang sering kita temukan contohnya:
a. Pemasangan kaca jendela
Tukang kayu merancang ukuran bingkai jendela yang sedikit lebih besar daripada ukuran sebenarnya. Hal ini dilakukan untuk memberi ruang kaca saat terjadi pemuaian. Apabila desain jendela tidak diberi ruangan pemuaian, maka saat kaca memuai akan mengakibatkan retaknya kaca tersebut.


b. Celah pemuaian pada sambungan jembatan
Sering kamu jumpai sambungan antara dua jembatan beton terdapat celah di antaranya. Hal ini bertujuan agar jembatan tersebut tidak melengkung saat terjadi pemuaian.
c. Sambungan rel kereta api
Sambungan rel kereta api dibuat ada celah diantara dua batang rel tersebut. Hal ini bertujuan agar saat terjadi pemuaian tidak menyebabkan rel melengkung. Rancangan yang sering digunakan sekarang ini sambungan rel kereta api dibuat bertautan dengan ujung rel tersebut dibuat runcing. Penyambungan seperti ini memungkinkan rel memuai tanpa menyebabkan kerusakan.

d. Kawat telepon atau kawat listrik
Pemasangan kawat telepon atau kawat listrik dibiarkan kendor saat pemasangannya pada siang hari. Hal ini dilakukan dengan maksud, pada malam hari kawat telepon atau listrik mengalami penyusutan sehingga kawat tersebut tidak putus.

Tahukah Kamu?

Mengapa Kerikil Selalu Ada di Sekitar Rel Kereta Api?

Coba Kalian perhatikan, mengapa di bawah rel kereta api, terdapat kerikil hitam yang tersusun rapi, kerikil yang menurut kita mengganggu ternyata sangat dibutuhkan di rel kereta api, berikut pembahasannya.
Kerikil berfungsi sebagai bantalan pemberat rel sehingga rel tetap dapat berdiri dengan stabil. Selain itu, kerikil berfungsi untuk menahan goncangan kereta api yang melaju dengan kecepatan tinggi. Meskipun pada kereta api sudah terdapat pegas yang juga berfungsi menahan goncangan, tapi dengan adanya kerikil-kerikil di bawah kereta api yang melintasi rel, goncangan menjadi semakin kecil. Ketika getaran kereta yang melaju merambat ke rumah-rumah di sekitar rel, getarannya menjadi berkurang dengan adanya kerikil-kerikil ini.
Fungsi lainnya yaitu untuk menahan dan memperlancar aliran air saat hujan. Ini penting karena air hujan dapat menyebabkan erosi atau pengikisan pada tanah. Dengan adanya kerikil di antara rel, kecelakaan seperti anjloknya kereta api dapat dihindari. Selain itu, kerikil di rel kereta api juga dapat mencegah tumbuhnya rerumputan di sekitar rel kereta api. Jika rerumputan tumbuh, maka tanah yang ditumbuhinya dapat menjadi gembur. Hal ini tidak baik bagi kereta api karena tanah yang tidak stabil dapat membahayakan perjalanan kereta api.
Akan tetapi, ternyata tidak di setiap rel kereta api terdapat kerikil. Ada rel-rel yang tidak memerlukan kerikil karena fungsi-fungsi kerikil sudah diatasi dengan mekanisme lain. Misalnya pada jembatan, rel kereta api tidak perlu kerikil karena jembatan sudah dirancang sedemikian rupa agar kuat menahan getaran ketika kereta api melintas di atasnya. Rel kereta yang berada di jalan raya juga tidak memerlukan kerikil karena aspal telah menggantikan fungsinya.