Hari / Tanggal : Kamis / 31 Oktober 2019
Materi
KESEIMBANGAN EKOSISTEM
Ekosistem adalah sususan sistem yang terbentuk karena adanya interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya pada tempat tertentu. Makhluk hidup tidak hanya hidup sendiri di Bumi ini. Untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup, diperlukan interaksi dengan sesama makhluk hidup lain dan lingkungan. Dengan demikian tercipta hubungan saling timbal balik, baik berupa hubungan saling menguntungkan atau saling merugikan. Semua kondisi dan perilaku tiap tiap komponen dalam ekosistem akan mempengaruhi keseimbangan ekosistem.
Komponen Ekosistem
Ekosistem terdiri atas komunitas biologis pada suatu tempat (komponen biotik) dan faktor fisika dan kimiawi yang mempengaruhinya (komponen abiotik). Organisme yang menunjukkan ciri ciri makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan termasuk kedalam komponen biotik. Sedangkan batu, temperatur, dan iklim masuk dalam komponen abiotik.
- Komponen Biotik
Seperti yang telah diuraikan, komponen biotik mewakili semua organisme yang ada dalam ekosistem. Secara umum, komponen biotik terbagi menjadi 3 yaitu produsen, konsumen, dan pengurai.
- Produsen – adalah semua makhluk hidup yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan makanannya sendiri atau dapat melakukan proses fotosintesis. Tumbuhan masuk dalam kategori ini meskipun beberapa biota laut seperti fitoplankton dan alga juga ada dalam kategori produsen.
- Konsumen – merupakan organisme yang mendapatkan energi makanan dengan cara mengonsumsi organisme lain. Konsumen dapat dibedakan menurut tingkatannya dalam rantai makanan atau dari jenis makanannya. Berdasarkan jenis makanannya konsumen dibedakan menjadi herbivora (hewan pemakan tumbuhan), karnivora (hewan pemakan daging), dan omnivora (hewan pemakan tumbuhan dan daging). Contoh dan ciri ciri hewan dapat dilihat pada artikel Ciri ciri hewan karnivora herbivora omnivora dan hewan karnivora, herbivora, dan omnivora
- Pengurai – atau disebut juga dengan dekomposer, adalah organisme yang menguraikan organisme yang telah mati.
- Komponen Abiotik
Komponen abiotik merujuk kepada benda mati atau benda yang tidak memiliki ciri makhluk hidup. Dalam ekosistem, komponen abiotik adalah kondisi fisika dan kimiawi hal/benda disekitar yang menunjang kehidupan makhluk hidup. Contoh komponen abiotik diantaranya:
- air – air merupakan hal vital yang dibutuhkan makhluk hidup. Tubuh manusia 70% terdiri atas air, begitu pula sebagian besar hewan, dan tumbuhan memerlukan air sebagai salah satu bahan dalam fotosintesis. Akibat kekurangan air pada tumbuhan sangat terlihat. Tumbuhan menjadi layu dan pada akhirnya mati
- cahaya matahari – cahaya matahari merupakan sumber energi utama dalam kehidupan makhluk hidup, khususnya tumbuhan. Fungsi cahaya matahari untuk tumbuhan adalah sebagai bahan utama fotosintesis.
- udara – udara terdiri atas banyak senyawa seperti oksigen, karbondioksida, gas nitrogen dan sebagainya. Senyawa oksigen dibutuhkan manusia dan hewan untuk bernafas. Sedangkan tumbuhan menyerap karbondioksida dari udara untuk diproses dalam fotosintesis.
- tanah – tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Tanpa adanya tanah, maka tumbuhan tidak dapat hidup. Kondisi tanah juga mempengaruhi tumbuhan apa yang dapat hidup. Tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman adalah tanah yang banyak mengandung humus. Tanah yang tercemar logam berat akan membuat tanaman sulit tumbuh. Bahaya logam berat juga akan mempengaruhi kehidupan manusia dan hewan disekitarnya.
- iklim – iklim adalah keadaan rata-rata suatu daerah luas untuk waktu yang relatif lama. Komponen dalam iklim adalah kelembaban, suhu, curah hujan dan sebagainya. Keadaan ini akan mempengaruhi tanaman yang tumbuh di daerah tersebut.
Keseimbangan Ekosistem
Semua tingkat organisasi kehidupan dalam ekosistem saling berinteraksi membentuk kehidupan yang harmonis dan seimbang. Sama halnya dengan tubuh manusia yang memiliki sistem sistem pendukung yang menjaga kestabilan, di dalam ekosistem juga terjadi hubungan yang hampir sama. Kondisi ini disebut keseimbangan ekosistem atau kondisi homeostasis.
Sama halnya dengan sistem sistem tubuh seperti sistem pencernaan pada manusia atau sistem sirkulasi pada manusia, sistem dalam ekosistem juga dapat terganggu keseimbangannya. Bumi sendiri selalu berubah setiap saat meskipun sedikit, misalnya adalah cuaca. Cuaca hari ini bisa berbeda dengan cuaca esok hari. Kita mungkin juga pernah mempelajari musim di Indonesia. Dua dekade terakhir, musim hujan dan musim kemarau di Indonesia bisa diprediksi waktunya. Sedangkan sekarang, musim penghujan dan kemarau sulit untuk diprediksi awalnya.
Perubahan di ekosistem dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mengganggu kondisi homeostasisnya. Faktor pengganggu keseimbangan ekosistem meliputi faktor alam dan faktor perilaku manusia.
Perubahan di ekosistem dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mengganggu kondisi homeostasisnya. Faktor pengganggu keseimbangan ekosistem meliputi faktor alam dan faktor perilaku manusia.
- Faktor alam
Faktor alam banyak dipengaruhi oleh bencana alam yang terjadi. Beberapa bencana yang dapat mempengaruhi keseimbangan ekosistem antara lain:
- Gunung meletus
- Tsunami
- Gempa
- Banjir
- Longsor
- Pergeseran lempeng tektonik
Beberapa bencana alam mungkin terjadi karena ulah dari manusia seperti banjir dan longsor.
Jagung yang sering digunakan sebagai pelengkap sayuran ternyata memiliki manfaat yang menakjubkan. Selain rasanya yang enak karena mengandung unsur manis, ia menyimpan khasiat yang sangat berguna bagi tubuh manusia. Pantaslah jika jagung atau tepung jagung menjadi salah satu dari sereal paling populer di dunia yang membentuk makanan pokok di banyak negara termasuk Amerika Serikat. Dan yang menariknya, seluruh bagian buah jagung ini bisa diambil manfaatnya untuk pengobatan. 



rodalesorganiclife.com
gardeningknowhow.com
haleysdailyblog.com
pennington.com
milorganite.com
emeraldlawnsaustin.com









