Jumat, Januari 31, 2020

Pendengaran Manusia (Telinga)

Hari / Tanggal       : Jum'at / 31 Januari 2019
Kelas                   : IV
Tema 1                : Indahnya Kebersamaan
Subtema 2           : Kebersamaan dalam Keberagaman


PENDENGARAN MANUSIA

A.  Bagian dan Cara Kerja Telinga
      Telinga merupakan salah satu panca indera. Kita mendengar bunyi dengan telinga. Telinga juga berfungsi sebagai alat keseimbangan tubuh. Telinga terbagi menjadi 3 yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Berikut bagian-bagian telinga beserta fungsi-fungsinya:





Telinga luar (outer ear)


Bagian telinga ini terbentuk dari auricula (daun telinga) dan kanal pendengaran eksternal (liang telinga atau ear canal). Auricula terbentuk oleh tulang rawan elastis yang melekat erat pada kulit yang miring. Ini berfungsi untuk menangkap suara dan melokalisasi suara. Bagian auricula membentuk cekungan yang disebut concha dan bagian pinggirannya dinamakan heliks.

Bagian daun telinga terdiri dari:
  • Heliks
  • Spiral
  • Antiheliks
  • Fosa skafoid
  • Fosa segitiga
  • Crura antiheliks
  • Antitragus
  • Lobule
  • Tragus

Liang telinga (ear canal) dibentuk oleh tulang rawan dan tulang temporal. Ukurannya sekitar 4 cm dari tragus ke membran timpani (tympanic membrane) yang juga disebut sebagai gendang telinga dan melengkung membentuk huruf S. Lengkungan tersebut berguna untuk mencegah benda asing mencapai membran timpani. Terdapat kondil mandibula di bagian depan tulang liang telinga dan sel udara mastoid di bagian ujungnya.

Ada beberapa saraf sensori di bagian telinga luar, seperti saraf aurikular, saraf oksipital, saraf ariculotemporal, dan cabang aurikular saraf fagus (saraf arnold).

Telinga tengah (middle ear)


Fungsi telinga bagian ini adalah menghantarkan suara yang telah dikumpulkan auricula ke telinga bagian dalam. Bagian telinga ini memanjang dari rongga ke membran timpani ke jendela oval yang terdiri dari tulang malleus, incus, dan stapes dan banyak dinding yang rumit. Misalnya dinding lateral, dinding medial, dinding tagmental, dan dinding jugularis.

Membran timpani berbentuk tipis dan semi transparan yang memisahkan telinga luar dengan telinga tengah yang terdiri dari pars flaccida dan pars tensa. Manubrium malleus melekat kuat pada membran timpani dengan bentuk cekungan yang disebut umbo. Bagian yang lebih tinggi dari umbo inilah yang disebut dengan flaccida pars dan sisanya disebut dengan pars tensa.
Ada tiga saraf sensori pada membra timpani, yaitu saraf auriculotemporal, saraf arnold, dan cabang saraf timpanik. Pada permukaan dalam membran timpani terdapat rantai tulang yang bergerak disebut ossicles, yaitu malleus (palu), incus (landasan), stapes (sanggurdi). Unsur-unsur tulang ini berfungsi untuk menghantarkan dan memperkuat gelombang suara hingga 10 kali lebih kuat dari udara ke perilymph telinga dalam.
Selain itu, terdapat saluran eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian hulu kerongkongan dan hidung (nasofaring). Fungsinya untuk menyamakan tekanan udara dengan gerakan buka tutup. Otot penting yang terdapat di telinga tengah meliputi otot stapedius dan tendon tensor tympani.
Bagian horizontal saraf wajah melintasi rongga timpani. Oleh karena itu, bila terjadi kelumpuhan pada saraf atau otot wajah akan menyebabkan ketajaman suara terhalang dan kerusakan pada telinga bagian dalam.

Telinga bagian dalam (inner ear)


Bagian telinga ini disebut dengan rongga labirin yang berfungsi membantu keseimbangan dan menyalurkan suara ke sistem saraf pusat. Rongga ini terbentuk dari labirin osseus, yaitu rangkaian tulang temporal dan labirin membran (kantung dan saluran membran). Labirin membran juga memiliki komponen koklea, vestibular, dan semisirkular (setengah lingkaran).

Koklea (cohclea) adalah organ penting pada teling dalam yang berbentuk cangkang siput. Bentuknya seperti tabung yang membengkok ke arah belakang sejauh 2,5 lingkaran dengan bentuk kerucut di ujungnya. Bagian ini memiliki tiga bilik, yaitu skala vertibuli, saluran koklear, dan skala timpani. Pada koklea ini, terdapat organ korti yang berfungsi mengubah gelombang suara menjadi impuls saraf.
Vestibuli merupakan bagian penghubung antara koklea dan saluran semisirkular. Ini terdiri dari sakula dan utrikula, yaitu sel rambut yang menjaga keseimbangan posisi kepala terhadap gaya gravitasi pada saat tubuh dalam keadaan diam.
Sementara semisirkular adalah saluran setengah lingkaran dari tiga saluran berbeda, yaitu kanalis semisirkularis horizontal, kanalis semisirkularis vertikal atas, dan kanalis semisirkularis vertikal belakang yang berisi ampula. Ini berfungsi untuk menentukan kesadaran posisi kepala saat terjadi gerakan rotasi atau memutar.



B.   Kepekaan Telinga Sebagai Indra Pendengar
       Telinga manusia dapat mendengar baunyi dengan frekuensi 20-20.000 Hz. Kemampuan mendengar setiap orang berbeda. Hali itu dipengaruhi oleh faktor usia dan kesehatan telinga. Orang yang telah lanjut usia  biasanya kemampuan pendengarannya akan berkurang. 

C. Memelihara Kesehatan Telinga
    Telinga perlu dirawat kebersihannya agar tetap sehat. Berikut ini adalah cara merawat teinga:
    1.  Bersihkan telinga bagian luar secara teratur menggunakan air hangat.
    2.  Jangan mengorek-ngorek telinga karena dapat mendorong kotoran lebih dalam.dan kotoran semakin       menumpuk 
    3.  Jika kamu mendengar bunyi terlalu keras, segera tutup kedua lubang telinga agar gendang telinga tidak rusak.

Kamis, Januari 30, 2020

Keanekaragaman Makhluk Hidup

Hari / Tanggal     : Kamis / 12 Maret 2020
Materi


Keanekaragaman Makhluk Hidup

Ketika kita mengamati makhluk hidup kita menemukan banyak perbedaan sifat antara satu dan yang lainnya, kenekaragaman sifat ini tidak hanya terjadi pada makhluk hidup antar jenis, tapi juga antar individu dalam satu spesies. Keanekaragaman pada makhluk hidup disebut juga dengan keanekaragaman hayati atau biodeversitas menunjukkan adanya variasi bentuk, penampilan, ukuran dan sifat lainnya yang meliputi keseluruhan berbagai variasi pada tingkat gen, jenis serta ekosistem disuatu daerah.

1.      Tingkat Keanekaragaman Makhluk Hidup
Tingkat keanekaragaman hayati terbagi menjadi tiga macam, yaitu :
a.      Keanekaragaman Gen
Setiap makhluk hidup tersusun atas sel, dan di dalam sel tersebut terdapat gen. Gen merupakan substansi yang berfungsi membawa sifat. Sifat yang dimiliki oleh induk jantan dan betina dibawa oleh gen untuk diwariskan kepada keturunannya. Gen terdapat dalam kromosom yang berada dalam inti sel. Wujud gen berupa potongan atau segmen dari rantai terpilin (DNA). Setiap individu memiliki susunan gen yang khas, meskipun jumlah gennya sama.
Keanekaragaman gen menunjukkan adanya variasi susunan gen pada individu-individu sejenis. Gen-gen tersebut mengekspresikan berbagai variasi dari satu jenis makhluk hidup, seperti tampilan pada warna mahkota bunga, ukuran daun, tinggi pohon, dan sebagainya.
Keanekaragaman gen dalam satu spesies disebut varietas, contohnya dalam spesies kucing, kita mengenal kucing angora, siam dan inggris, Demikian juga pada tanaman padi yang terdiri dari varietas IR, PB, rojolele, sedani, delanggu, dan bumiayu.
b.      Keanekaragaman Jenis
Keanekarahaman jenis disebut juga keanekaragaman spesies. Spesies adalah kumpulan makhluk hidup yang memiliki persamaan ciri umum dan dapat melakukan perkawinan dengan sesamanya serta menghasilkan keturunan yang subur (fertil).
Keanekaragaman hayati tingkat jenis menunjukkan keanekaragaman atau variasi yang terdapat pada berbagai jenis atau spesies makhluk hidup dalam genus yang sama. Pada berbagai spesies tersebut terdapat perbedaan-perbedaan sifat. Contohnya adalah tumbuhan kentang (Solanum tuberosum) dan tumbuhan tomat (Solanum lycopersicum). Meskipun berada dalam genus yang sama, yaitu Solanum, kedua tumbuhan tersebut memiliki sifat-sifat yang berbeda.
c.       Keanekaragaman Ekosistem
Dalam aktivitas kehidupannya makhluk hidup selalu berinteraksi dan bergantung pada lingkungan sekitarnya. Ketergantungan ini berkaitan dengan kebutuhan akan oksigen, cahaya matahari, air, tanah, cuaca, dan faktor abiotik lainnya. Komponen abiotik yang berbeda menyebabkan adanya perbedaan cara adaptasi berbagai jenis makhluk hidup (komponen biotik). Hal ini menunjukkan adanya keaneka ragaman ekosistem. Keanekaragaman ekosistem merupakan keanekaragaman suatu komunitas yang terdiri dari hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme di suatu habitat. Misalnya, hutan hujan, hutan gugur, hutan tropis, padang rumput, padang lumut, ladang, danau, dan sebagainya.

2.      Klasifikasi Makhluk Hidup
Di bumi keanekaragaman makhluk hidup sangat beranekaragam dan semakin lama bertambah banyak, tentu saja keanekaragaman juga tertambah. Dengan adanya makhluk hidup yang jumlahnya berjuta-juta itu bagaimana kita akan mempelajarinya? Untuk mempelajari makhluk hidup tersebut, manusia berusaha menyederhanakan makhluk hidup dengan menggolong-golongkan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki. Di dalam kelompok yang mempunyai ciri-ciri yang sama tersebut pastilah ditemukan lagi perbedaan-perbedaan. Kemudian dibentuk kelompok-kelompok yang lebih kecil berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki, sehingga akan diperoleh kelompok terkecil dengan persamaan ciri yang sama. Ilmu yang mempelajari pengelompokkan makhluk hidup dengan suatu sistem tertentu disebut klasifikasi atau taksonomi.
Berdasarkan cara pengelompokannya, sistem klasifikasi makhluk hidup dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
v  Sistem artificial ( buatan )
Klasifikasi dilakukan berdasarkan struktur morfologis, anatomi, dan fisiologi (terutama pada alat perkembangbiakan dan habitat makhluk hidup). Contoh sistem klasifikasi ini adalah yang dilakukan oleh Theopratus dalam bukunya Historia Plantarum. Ia membagi tumbuhan menjadi empat kelompok berdasarkan penampakannya, yaitu pepohonan, perdu, semak, dan gulma. Sistem yang lain dikemukakan oleh Aristoteles dalam bukunya Historia Animalum. Ia mengelompokkan hewan menjadi dua kelompok, yaitu hewan berdarah dan hewan tak berdarah. Tokoh lain yang mengembangkan sistem ini adalah Carolus linneaus.
v  Sistem alamiah
Hasil klasifikasi (takson) terbentuk secara alami, sesuai kehendak alam. Dasar klasifi kasi yang digunakan yaitu banyak sedikitnya persamaan, terutama morfologi. Pelopornya adalah Michael Adanson dan Jean Baptise de Lamarck. Mereka mengelompokkan hewan menjadi empat kelompok, yaitu hewan berkaki empat, hewan berkaki dua, hewan bersirip, dan hewan tidak berkaki. Selanjutnya, hewan berkaki empat dibagi lagi menjadi kelompok hewan berkuku genap dan berkuku gasal.
v  Sistem filogeni
Merupakan klasifikasi yang mengacu pada teori evolusiTeori tersebut menyatakan bahwa spesies yang ada di muka bumi akan mengalami perubahan terus menerus sejalan dengan perubahan lingkungan, sehingga menghasilkan spesies yang berbeda. Organisme baru dilahirkan oleh organisme pendahulunya yang mengalami perubahan (meliputi perubahan susunan gen) yang mengakibatkan perubahan pada sifat organisme tersebut. Proses ini berlangsung lambat dan membutuhkan waktu yang sangat lama. Dengan menggunakan sistem ini, jauh dekatnya hubungan kekerabatan antar takson dapat terlihat dengan jelas. Semakin dekat hubungan perkerabatan, semakin banyak persamaannya.
Pada abad ke-18 Carolus Linnaeus (1707 – 1778), seorang ahli biologi dari Swedia memperkenalkan klasifikasi berdasarkan persamaan struktur. Makhluk hidup yang mempunyai struktur tubuh yang sama ditempatkan dalam satu kelompok. Bila dalam satu kelompok ditemukan perbedaan–perbedaan, maka dipisahkan dalam kelompok yang lebih kecil lagi begitu seterusnya. Hal ini menghasilkan setiap kelompok kecil mempunyai persamaan ciri. Dengan cara seperti ini maka makhluk yang ada dipermukaan bumi ini dibedakan menjadi dua kelompok dunia kehidupan besar yaitu: dunia hewan atau Animalia dan dunia tumbuhan atau Plantae. Selanjutnya setiap dunia akan dibagi menjadi kelompok-kelompok lebih kecil yang disebut dengan takson-takson.
Dunia hewan akan dibagi menjadi takson-takson sebagai berikut:

a.       Kingdom atau kerajaan.
b.      Filum.                       
c.       Class atau kelas.
d.      Ordo atau bangsa
e.       Familia atau suku.
f.       Genus atau marga.
g.      Species atau jenis.

Sedangkan dalam dunia tumbuhan dibagi menjadi takson-takson sebagai berikut:

a.       Kingdom atau kerajaan.
b.      Divisi. 
c.       Class atau kelas.   
d.      Ordo atau bangsa.
e.       Familia atau suku.
f.       Genus atau marga.
g.      Species atau jenis.


Selain itu, di dalam klasifikasi makhluk hidup menggunakan sistem yang disebut dengan Sistem Binomial Nomenklatur (Sistem nama ganda). Di dalam sistem Binomial Nomenklatur mempunyai aturan-aturan sebagai berikut:
a.       Species terdiri dari dua kata, kata pertama menunjukkan genus dan kata kedua menunjukkan sifat spesifikasinya.
b.      Kata pertama diawali dengan huruf besar dan kata kedua dengan huruf kecil.
c.       Menggunakan bahasa latin atau ilmiah atau bahasa yang dilatinkan dengan dicetak miring atau digaris bawahi. Contoh : Nama species Padi : Oryza sativa. Genus : Oryza, Species : sativa.
Contoh klasifikasi makhluk hidup :

Menurut RH.Whittaker yang didukung oleh banyak ahli biologi, pada tahun 1969 dikembangkan klasifikasi makhluk hidup menggunakan sistem lima kingdom sebagai berikut:
a.      Monera
Monera berasal dari kata monares yang berarti tunggal. Mikroorganisme ini memiliki inti tetap, uniseluler (bersel tunggal), sel prokariotik (tidak memiliki membran inti), dan memiliki reproduksi secara aseksual. Misal: bakteri dan ganggang biru.
b.      Protista
Ciri-ciri protista adalah eukariotik (mempunyai membrane inti), uniseluler atau multiseluler (bersel banyak), dan autotrof atau heterotrof. Misal: Protozoa yang mempunyai ukuran sangat kecil, satu sel, hidup di air atau parasit pada makhluk lain, berkembangbiak membelah diri.
c.       Jamur ( Fungi)
Ciri-ciri fungi adalah eukariot, memiliki dinding sel, tidak memiliki klorofil, uniseluler atau multiseluler, hidup heterotrof (saprofit, parasit,  dan mutual). Tubuh jamur tersusun dari benang-benang halus disebut hifa. hifa ada yang bersekat dan ada yang tidak bersekat. Fungi hidup di tempat-tempat lembap, air laut, air tawar, di tempat yang asam dan bersimbiosis dengan ganggang membentuk lumut kerak (lichenes). Reproduksi secara aseksual menghasilkan spora, kuncup, dan fragmentasi. Sedangkan, secara seksual dengan zigospora, askospora, dan basidiospora.
d.      Plantae
Kingdom plantae atau tumbuhan adalah istilah untuk organisme yang  memiliki ciri eukariotik dan multiseluler. Selain itu, organisme ini mampu melakukan fotosintesis untuk menghasilkan makanan karena memiliki klorofil. Berdasarkan berkas pembuluh, plantae dibagi kedalam dua kelompok (divisi), yaitu Thallophyta dan Tracheophyta.

e.       Animalia
Animalia atau hewan merupakan organisme multiseluler, bersifat heterotrof, organisme yang aktif. Kingdom animalia dibagi ke dalam dua kelompok berdasarkan ada tidaknya tulang belakang, yaitu vertebrata dan invertebrata.

3.      Persebaran Organisme
Persebaran organisme di muka bumi dipelajari dalam cabang biologi yang disebut biogeografi. Menurut Alfred Russel Wallace, berdasarkan adanya persamaan fauna di daerah-daerah tertentu di bumi, maka dapat dibedakan 6 daerah biogeografi dunia, yaitu sebagai berikut :
§  Nearktik : Amerika Utara.
§  Palearktik : Asia sebelah utara Himalaya, Eropa dan Afrika, Gurun Sahara sebelah utara.
§  Neotropikal : Amerika Selatan bagian tengah.
§  Oriental : Asia, Himalaya, bagian selatan.
§  Ethiopia : Afrika
§  Australia : Australia dan pulau – pulau sekitarnya.

4.      Keanekaragaman Hayati di Indonesia
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di daerah tropis. Berada di antara dua benua, Asia dan Australia, merupakan negara kepulauan yang terdiri dari tujuh belas ribu pulau. Indonesia juga dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversitas di dunia, karena memiliki keanekaragaman jenis hayati yang tinggi. Indonesia merupakan pusat keanekaragaman hayati yang kedua terbesar di dunia setelah Brazil. Hutan hujan tropis kita kaya akan flora dan fauna serta memiliki tingkat endemisme yang tinggi. Begitu pula dengan kekayaan terumbu karang di laut Indonesia yang merupakan pusat keanekaragaman yang tertinggi di dunia.
Berikut adalah tabel perkiraan  jumlah spesies utama di Indonesia :
Kelompok
Indonesia
Dunia
Bakteri, ganggang hijau biru
300
4.700
Jamur
12.000
47.000
Rumput laut
1.800
21.000
Lumut
1.500
16.000
Paku pakuan
1.250
13.000
Tanaman berbunga
25.000
250.000
Serangga
250.000
750.000
Molusca
20.000
50.000
Ikan
8.500
19.000
Amfibia
1.000
4.200
Burung
1.500
9.200
Reptilia
2.000
6.300
Mamalia
500
4.170
Sumber: KLH, 1989 dalam Moeljopawiro, 2001, hlm.4
a.      Persebaran Fauna di Indonesia
Menurut garis Wallace , persebaran fauna di Indonesia terbagi menjadi bagian barat (oriental) dan timur (Australia) yang masing-masing ditandai oleh fauna yang khas. Sementara itu, menurut garis Webber, diantara wilayah barat dan timur, atau antara Oriental dan Australia terdapat zona peralihan. Berikut adalah persebaran fauna berdasarkan wilayah persebarannya :
ü  Wilayah Indonesia Barat (Oriental). Berbagai jenis kera, gajah, harimau, tapir, badak, kerbau liar, babi hutan, serta rusa.
ü  Wilayah Indonesia Timur (Australia). Berbagai jenis burung misal :kasuari, nuri, parkit, cendrawasih dan merpati berjambul. Beberapa jenis hewan berkantong misal : kanguru wallabi dan kanguru pohon.
ü  Wilayah zona peralihan (Oriental dan Australia). Burung Hantu, bajing dan babi dan di Sulawesi terdapat hewan khas yaitu anoa dan di pulau Komodo terdapat komodo.
b.      Persebaran Flora di Indonesia
Menurut Dr. Sampurno Kadarsan, ahli botani Indonesia, flora Indonesia termasuk dalam kawasan Malesiana. Berikut ini akan diuraikan penyebaran flora di Indonesia.
Ø  Daerah hutan hujan tropis terdapat di Kalimantan, Sumatera, Papua, Sulawesi dan sedikit di Jawa Barat. Ciri hutan lebat, heterogen dan lembab.
Ø  Daerah hutan musim terdapat di Pulau Jawa. Ciri hanya terdapat satu jenis tumbuhan (homogen), contohnya hutan jati.
Ø  Daerah sabana terdapat di Madura dan dataran tinggi Gayo (Nanggroe Aceh Darussalam). Ciri banyak ditemukan rumput yang diselingi semak atau rumpun pohon rendah.
Ø  Padang rumput (stepa) terdapat di Pulau Sumba, Sumbawa, Flores dan Timor. Cirinya padang rumput yang luas, musim kemarau yang panjang.

Rabu, Januari 29, 2020

Keseimbangan Ekosistem

Hari / Tanggal       : Rabu / 29 Januari 2020
Materi  

KESEIMBANGAN EKOSISTEM

Ekosistem adalah sususan sistem yang terbentuk karena adanya interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya pada tempat tertentu. Makhluk hidup tidak hanya hidup sendiri di Bumi ini. Untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup, diperlukan interaksi dengan sesama makhluk hidup lain dan lingkungan. Dengan demikian tercipta hubungan saling timbal balik, baik berupa hubungan saling menguntungkan atau saling merugikan. Semua kondisi dan perilaku tiap tiap komponen dalam ekosistem akan mempengaruhi keseimbangan ekosistem.

Komponen Ekosistem

Ekosistem terdiri atas komunitas biologis pada suatu tempat (komponen biotik) dan faktor fisika dan kimiawi yang mempengaruhinya (komponen abiotik). Organisme yang menunjukkan ciri ciri makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan termasuk kedalam komponen biotik. Sedangkan batu, temperatur, dan iklim masuk dalam komponen abiotik.
  1. Komponen Biotik
Seperti yang telah diuraikan, komponen biotik mewakili semua organisme yang ada dalam ekosistem. Secara umum, komponen biotik terbagi menjadi 3 yaitu produsen, konsumen, dan pengurai.
  • Produsen – adalah semua makhluk hidup yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan makanannya sendiri atau dapat melakukan proses fotosintesis. Tumbuhan masuk dalam kategori ini meskipun beberapa biota laut seperti fitoplankton dan alga juga ada dalam kategori produsen.
  • Konsumen – merupakan organisme yang mendapatkan energi makanan dengan cara mengonsumsi organisme lain. Konsumen dapat dibedakan menurut tingkatannya dalam rantai makanan atau dari jenis makanannya. Berdasarkan jenis makanannya konsumen dibedakan menjadi herbivora (hewan pemakan tumbuhan), karnivora (hewan pemakan daging), dan omnivora (hewan pemakan tumbuhan dan daging). Contoh dan ciri ciri hewan dapat dilihat pada artikel Ciri ciri hewan karnivora herbivora omnivora dan hewan karnivora, herbivora, dan omnivora
  • Pengurai – atau disebut juga dengan dekomposer, adalah organisme yang menguraikan organisme yang telah mati.
  1. Komponen Abiotik
Komponen abiotik merujuk kepada benda mati atau benda yang tidak memiliki ciri makhluk hidup. Dalam ekosistem, komponen abiotik adalah kondisi fisika dan kimiawi hal/benda disekitar yang menunjang kehidupan makhluk hidup. Contoh komponen abiotik diantaranya:
  • air – air merupakan hal vital yang dibutuhkan makhluk hidup. Tubuh manusia 70% terdiri atas air, begitu pula sebagian besar hewan, dan tumbuhan memerlukan air sebagai salah satu bahan dalam fotosintesis. Akibat kekurangan air pada tumbuhan sangat terlihat. Tumbuhan menjadi layu dan pada akhirnya mati
  • cahaya matahari – cahaya matahari merupakan sumber energi utama dalam kehidupan makhluk hidup, khususnya tumbuhan. Fungsi cahaya matahari untuk tumbuhan adalah sebagai bahan utama fotosintesis.
  • udara – udara terdiri atas banyak senyawa seperti oksigen, karbondioksida, gas nitrogen dan sebagainya. Senyawa oksigen dibutuhkan manusia dan hewan untuk bernafas. Sedangkan tumbuhan menyerap karbondioksida dari udara untuk diproses dalam fotosintesis.
  • tanah – tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Tanpa adanya tanah, maka tumbuhan tidak dapat hidup. Kondisi tanah juga mempengaruhi tumbuhan apa yang dapat hidup. Tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman adalah tanah yang banyak mengandung humus. Tanah yang tercemar logam berat akan membuat tanaman sulit tumbuh. Bahaya logam berat juga akan mempengaruhi kehidupan manusia dan hewan disekitarnya.
  • iklim – iklim adalah keadaan rata-rata suatu daerah luas untuk waktu yang relatif lama. Komponen dalam iklim adalah kelembaban, suhu, curah hujan dan sebagainya. Keadaan ini akan mempengaruhi tanaman yang tumbuh di daerah tersebut.

Keseimbangan Ekosistem

Semua tingkat organisasi kehidupan dalam ekosistem saling berinteraksi membentuk kehidupan yang harmonis dan seimbang. Sama halnya dengan tubuh manusia yang memiliki sistem sistem pendukung yang menjaga kestabilan, di dalam ekosistem juga terjadi hubungan yang hampir sama. Kondisi ini disebut keseimbangan ekosistem atau kondisi homeostasis.
Sama halnya dengan sistem sistem tubuh seperti sistem pencernaan pada manusia atau sistem sirkulasi pada manusia, sistem dalam ekosistem juga dapat terganggu keseimbangannya. Bumi sendiri selalu berubah setiap saat meskipun sedikit, misalnya adalah cuaca. Cuaca hari ini bisa berbeda dengan cuaca esok hari. Kita mungkin juga pernah mempelajari musim di Indonesia. Dua dekade terakhir, musim hujan dan musim kemarau di Indonesia bisa diprediksi waktunya. Sedangkan sekarang, musim penghujan dan kemarau sulit untuk diprediksi awalnya.
Perubahan di ekosistem dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mengganggu kondisi homeostasisnya. Faktor pengganggu keseimbangan ekosistem meliputi faktor alam dan faktor perilaku manusia.
  1. Faktor alam
Faktor alam banyak dipengaruhi oleh bencana alam yang terjadi. Beberapa bencana yang dapat mempengaruhi keseimbangan ekosistem antara lain:
  • Gunung meletus
  • Tsunami
  • Gempa
  • Banjir
  • Longsor
  • Pergeseran lempeng tektonik
Beberapa bencana alam mungkin terjadi karena ulah dari manusia seperti banjir dan longsor.

Selasa, Januari 28, 2020

Menjaga Kesehatan dengan Donor Darah

Hari/Tanggal     : Selasa/28 Januari 2020
Materi

Menjaga Kesehatan dengan Donor Darah

Kita tidak asing lagi mendengar kata Donor darah. Menyumbangkan sebagian darah kita pada yang memerlukan, merupakan salah satu cara yang mulia. untukk bisa mendonorkan darah pendonor harus memeriksakan kesehatan terlebih dahulu sebelum mendonorkan darahnya. Tes kesehatan yang dilakukan agar pendonor memenuhi syarat sebagai pendonor seperti berat badan diatas 45 Kg, berusia di atas 18 tahun, tekanan darah normal, kadar hemoglobin pada pria maupun wanita dalam keadaan normal yaitu 12,5 gram, sehat (tidak sedang sakit diabetes, malaria, dbd, HIV, dan sifilis), pada wanita tidang sedang menstruasi. sebaiknya melakukan donor darah secara teratur dalam waktu 3 bulan sekali.

setetes darah selamatkan nyawa
Berikut ini adalah beberapa manfaat myang bisa didapat setelah mendonorkan darah:

1. Menurunkan Kolesterol
Darah merah mengandung kolesterol baik dan juga kolesterol jahat. Ketika Anda mendonorkan darah, Anda juga sekaligus menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh.

2. Mengontrol Tekanan Darah Tinggi
Ketika darah didonorkan, volume darah akan menjadi seimbang. Hal ini dapat mencegah terjadinya darah tinggi dan baik untuk pencegahan penyakit jantung.

3. Mempercepat Proses Pemulihan Luka
Ketika Anda mendonorkan darak, akan terjadi penyesuaian tubuh terhadap berkurangnya sel darah merah. Penyesuaian tubuh ini juga dibutuhkan ketika tubuh Anda mengalami luka yang mengakibatkan berkurangnya sel darah merah, sehingga penyembukan luka jadi lebih cepat.

Senin, Januari 27, 2020

Ikhlas Dalam Bersedekah

Hari/Tanggal       : Senin/27 Januari 2020
Materi

IKHLAS DALAM BERSEDEKAH


Oleh Hamli Syaifullah

Sedekah merupakan salah satu teori yang diberikan oleh Allah SWT untuk melipatgandakan harta yang dimiliki. Entah itu dilipatgandakan di dunia ataupun di akhirat kelak.


"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir, seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang ia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (al-Baqarah [2]: 261).

Sangat menggiurkan sekali iming-iming yang ditawarkan oleh Allah dalam ayat tersebut. Di mana satu berbanding dengan tujuh. Hal inilah yang belum bisa disadari oleh umat Islam. Sebuah teori ekonomi untuk menginvestasikan harta yang dimiliki dengan hasil yang berlipat-lipat.

Ayat di atas pun dijadikan pijakan oleh beberapa ekonom Muslim dalam mengalokasikan hartanya. Di mana dalam konsumsi sehari-hari (konsumsi  total) seorang Muslim merupakan penjumlahan dari konsumsi untuk ibadah dengan konsumsi untuk duniawi atau dapat diformulasikan sebagai berikut: Ct = Ci+Cw.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari setiap harta yang dimiliki oleh seorang Muslim terdapat hak orang lain (mustahik) sebagai sebuah solidaritas untuk menolong perekonomian orang-orang yang berkesusahan agar orang-orang yang berkesusahan bisa khusyuk beribadah kepada Allah SWT, tanpa harus menggadaikan akidahnya pada pihak misionaris.