Jumat, Oktober 23, 2020

Cara Kerja Telinga dan Fungsi Lain yang Dimiliki

Hari / Tanggal            : Jum'at / 23 Oktober 2020
Laboratorium Sains
Materi

CARA KERJA TELINGA DAN FUNGSI LAIN YANG DIMILIKI



Cara kerja telinga tidak sesederhana yang terlihat. Untuk menjalankan fungsi sebagai indra pendengaran, telinga akan menangkap suara di sekitarnya, kemudian diproses lebih lanjut, sehingga otak mengenali suara tersebut. Selain itu, organ pendengaran juga memiliki fungsi lain yang tidak kalah penting, seperti menjaga keseimbangan tubuh.

Tak heran ketika seseorang mengalami gangguan pendengaran akibat infeksi telinga, tinnitus, barotrauma, atau penyakit Meniere, selain mengalami penurunan fungsi pendengaran, orang tersebut juga dapat mengalami sakit kepala dan sempoyongan.

Memahami Anatomi Telinga

Susunan anatomi telinga memiliki setidaknya tiga bagian utama, yaitu bagian luar yang terdiri dari daun telinga dan liang telinga. Bagian tengah yang terdapat tulang martil (malleus), tulang landasan (incus), dan tulang sanggurdi (stapes). Selanjutnya bagian dalam yang terdiri dari koklea, vestibulum, dan tiga saluran berbentuk semisirkular atau setengah lingkaran.

Cara kerja telinga ini dimulai ketika organ telinga bagian luar, yaitu daun telinga menangkap suara di sekitar Anda hingga masuk ke telinga bagian tengah melalui liang telinga. Ketika suara tersebut masuk, maka suara akan diubah menjadi getaran yang disalurkan ke tulang pendengaran dengan bantuan gendang telinga.

Getaran ini nantinya akan menggerakkan tulang-tulang kecil di dalam telinga tengah untuk membantu suara bergerak masuk ke telinga bagian dalam. Ketika getaran tersebut mengenai rumah siput, maka rambut akan bergerak dan menciptakan sinyal ke otak sehingga otak mengenali getaran sebagai suara. Begitulah cara kerja telinga dalam memproses suara.

Kenali Fungsi Lain Telinga Anda

Tidak sekadar mendengar, telinga juga berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh Anda yang terdiri dari dua komponen, di antaranya:

  • Keseimbangan statis, yaitu keseimbangan statis berarti kemampuan tubuh untuk menjaga keseimbangan pada posisi tetap atau berdiri.
  • Keseimbangan dinamis, yaitu keseimbangan dinamis yaitu kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan ketika bergerak.

Bagian telinga yang berperan terhadap keseimbangan adalah tiga kanal semisirkular yang berisi ribuan rambut sangat kecil dan berisi cairan. Ketika Anda menggerakkan kepala Anda, cairan yang ada di dalam ketiga kanal ini akan bergerak.

Cairan inilah yang kemudian akan menggerakkan rambut-rambut kecil tersebut dan mengirimkan sinyal ke otak mengenai posisi kepala Anda. Setelah itu, otak akan menyampaikan pesan ke otot untuk menjaga keseimbangan tubuh Anda.

Tentu selain mengenali fungsi dan cara kerja telinga, Anda perlu mengetahui cara menjaga kesehatan dan kebersihan telinga. Hindari beberapa hal yang dapat merusak kerja telinga Anda, seperti mendengarkan musik terlalu keras atau menggunakan headset terlalu sering dengan suara yang keras, serta kebiasaan mengorek telinga menggunakan benda-benda yang tak lazim, seperti ujung pena atau klip kertas.

Apabila telinga Anda mengalami gangguan pendengaran, jangan ragu konsultasikan ke dokter THT. Dokter akan melakukan pemeriksaan, serta penanganan yang sesuai kondisi gangguan pendengaran yang Anda alami.





SEKIAN DAN TERIMAKASIH...

SEMOGA BERMANFAAT...



Kamis, Oktober 22, 2020

Mengenal Sistem Ekskresi pada Manusia dan Fungsinya

Hari / Tanggal            : Kamis / 22 Oktober 2020
Laboratorium Sains
Materi

MENGENAL SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA DAN FUNGSINYA




Sistem ekskresi pada manusia adalah sistem yang bertugas untuk mengolah dan membuang zat sisa metabolisme dan racun dari dalam tubuh. Jika tidak dikeluarkan dari tubuh, zat-zat tersebut dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan.

Sistem ekskresi pada manusia terdiri atas sejumlah organ, yaitu paru-paru, kulit, hati, dan ginjal. Masing-masing organ ekskresi tersebut memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda untuk membuang zat sisa dan racun dari dalam tubuh.

Kenali Berbagai Organ pada Sistem Ekskresi Manusia

Berikut ini adalah beberapa organ yang termasuk dalam sistem ekskresi manusia beserta jenis zat limbah yang dibuangnya:

1. Ginjal

Ginjal merupakan organ utama dari sistem ekskresi manusia. Organ ini terletak di kedua sisi tulang belakang, tepatnya di rongga perut bagian belakang. Ginjal memiliki bentuk menyerupai kacang merah dan berwarna merah kecokelatan.

Manusia memiliki sepasang ginjal yang berada di sisi kanan dan kiri tubuh. Ginjal kanan terletak sedikit lebih rendah dibandingkan ginjal kiri karena berdekatan dengan hati. Setiap ginjal berukuran sekitar 10–12 cm atau kira-kira seukuran kepalan tangan orang dewasa.

Ginjal berfungsi untuk menyaring zat sisa dari makanan, obat-obatan, atau racun yang terdapat di darah. Selain itu, ginjal juga berperan mengendalikan keseimbangan cairan dan kadar elektrolit dalam tubuh. Jika tubuh Anda kelebihan garam atau mineral, ginjal pun akan membuangnya.

Zat sisa yang terkumpul, kemudian akan diubah menjadi urine. Urine akan mengalir dari ginjal ke kandung kemih melalui saluran yang disebut ureter. Urine tersebut berisi zat sisa dari ginjal yang akan terbuang saat Anda buang air kecil.

2. Kulit

Kulit manusia memiliki sekitar 3–4 juta kelenjar keringat. Kelenjar ini tersebar di seluruh bagian tubuh, namun paling banyak terdapat di telapak tangan, kaki, wajah, dan ketiak.

Kelenjar keringat terbagi menjadi 2 jenis, yaitu kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin. Kelenjar ekrin terhubung langsung dengan permukaan kulit dan menghasilkan keringat yang tidak berbau dan encer. Sementara itu, kelenjar apokrin menghasilkan keringat yang mengandung lemak dan pekat, serta terdapat di folikel rambut, seperti ketiak dan kulit kepala.

Pada dasarnya, keringat yang dihasilkan kelenjar-kelenjar tersebut berfungsi untuk mengendalikan suhu tubuh dan melumasi kulit serta rambut. Namun, sebagai bagian dari sistem ekskresi, kelenjar keringat juga berperan membuang racun dari dalam tubuh melalui keringat yang dihasilkannya.

Ada beberapa jenis racun yang dibuang melalui kelenjar keringat di kulit, antara lain zat logam, bisphenol Apolychlorinated biphenyls, urea, phthalate, dan bikarbonat. Tak hanya racun, kelenjar keringat di kulit juga berfungsi untuk membunuh dan membuang bakteri.

3. Usus besar

Pada dasarnya, usus terbagi menjadi 2 bagian, yaitu usus kecil dan usus besar. Sebagian besar nutrisi dan sekitar 90% air yang terkandung dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari terserap ke dalam usus kecil.

Sementara itu, usus besar bertugas untuk menyerap sisa air dan nutrisi yang tidak bisa dicerna oleh usus kecil. Usai diserap, sisa makanan dan minuman tersebut diubah menjadi feses, lalu dibuang melalui dubur saat Anda buang air besar.

4. Hati

Hati adalah organ yang berukuran besar dengan berat sekitar 1 kilogram. Organ yang sangat penting bagi metabolisme dan sistem kekebalan tubuh ini terletak di bagian kanan atas dalam rongga perut, tepat di bawah diafragma.

Salah satu zat beracun yang dibuang dan diolah oleh hati adalah amonia, yaitu zat sisa dari hasil penguraian protein. Jika dibiarkan menumpuk dalam tubuh, amonia dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk gangguan pernapasan dan masalah pada ginjal.

Di dalam tubuh, hati berfungsi untuk mengolah amonia menjadi urea. Setelah itu, urea yang diolah di hati akan dibuang melalui sistem ekskresi pada ginjal lewat urine. Selain amonia, zat lain yang dibuang atau diekskresi oleh hati adalah zat beracun dalam darah, misalnya akibat konsumsi alkohol atau obat-obatan.

Organ hati juga berfungsi untuk membuang sel darah merah yang sudah rusak dan kelebihan bilirubin yang dapat menyebabkan sakit kuning atau jaundice.

5. Paru-paru

Paru-paru merupakan organ utama dalam sistem pernapasan manusia. Melalui proses pernapasan, paru-paru bertugas untuk memindahkan oksigen yang diperoleh dari udara ke dalam darah. Darah yang telah mengandung oksigen tersebut akan disalurkan ke seluruh jaringan dan organ tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.

Setelah memperoleh oksigen, setiap sel tubuh akan menghasilkan karbon dioksida sebagai zat sisa metabolismenya. Karbon dioksida merupakan zat beracun yang bisa berbahaya bagi kesehatan apabila menumpuk di dalam darah.

Untuk membuangnya, karbon dioksida akan dibawa oleh darah kembali menuju paru-paru dan dikeluarkan ketika Anda mengembuskan napas.

Batuk atau bersin juga merupakan mekanisme alami tubuh yang melibatkan paru-paru dan saluran napas untuk mengeluarkan zat kimia atau gas beracun, debu, kuman, virus, dan benda asing yang masuk ke dalam sistem pernapasan.

Sistem ekskresi manusia memiliki peranan yang sangat besar terhadap kesehatan seseorang. Pasalnya, jika sistem ekskresi tidak berfungsi dengan normal, akan ada banyak zat berbahaya yang dapat menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan penyakit.

Untuk menjaga kinerja sistem ekskresi, penting bagi Anda untuk menerapkan pola hidup sehat, yakni dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rajin berolahraga, minum banyak air putih, tidak merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol, serta mencukupi waktu istirahat.

Selain itu, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke dokter agar dokter dapat mengevaluasi fungsi organ ekskresi serta kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh. Jika terdapat masalah pada sistem ekskresi atau organ tubuh lainnya, dokter akan memberikan penanganan yang tepat.





SEKIAN DAN TERIMAKSIH...

SEMOGA BERMANFAAT...

Rabu, Oktober 21, 2020

Cara Kerja Sistem Pernapasan pada Manusia

Hari / Tanggal                : Rabu / 21 Oktober 2020
Laboratorium Sains
Materi

CARA KERJA SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA

Pernapasan merupakan salah satu tanda vital yang paling utama di tubuh. Seseorang bisa bernapas berkat kerja sistem pernapasan yang baik. Untuk mengetahui cara kerja sistem pernapasan pada manusia, simak penjelasan di bawah ini.

Sistem pernapasan pada manusia adalah sekumpulan organ yang terlibat dalam proses pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida dalam darah. Seseorang dapat dikatakan memiliki laju pernapasan normal apabila ia bisa bernapas sebanyak 12–20 kali per menit dan berlangsung secara berkesinambungan.



Organ-Organ Sistem Pernapasan pada Manusia

Sebelum mengetahui cara kerja sistem pernapasan pada manusia, kita harus terlebih dahulu mengenali organ yang berperan pada sistem ini. Sistem pernapasan pada manusia terbagi 2, yaitu sistem pernapasan bagian atas dan bagian bawah. Untuk lebih jelasnya Anda bisa membaca penjelasan di bawah ini:

Sistem pernapasan bagian atas

Beberapa organ dalam sistem pernapasan bagian atas antara lain adalah:

  • Ronga hidung. Organ ini memiliki selaput lendir dan rambut-rambut halus yang berfungsi untuk menjebak partikel debu atau kotoran pada udara yang masuk ke hidung.
  • Sinus adalah rongga berisi udara di dalam tulang kepala. Organ ini membantu mengatur suhu dan kelembapan udara yang Anda hirup.
  • Organ ini memiliki peran dalam mengumpulkan udara yang masuk dari hidung atau mulut untuk diteruskan ke trakea
  • Laring adalah ruangan kecil sebelum trakea yang berisi pita suara.

Sistem pernapasan bagian bawah

Beberapa organ dalam sistem pernapasan bagian bawah antara lain adalah:

  • Organ ini merupakan jalan napas utama menuju paru-paru yang terletak di tenggorokan, tepatnya di bawah laring.
  • Bronkus kiri dan kanan adalah cabang dari trakea yang berfungsi untuk meneruskan udara ke paru-paru. Bronkus memiliki banyak cabang kecil di bawahnya. Cabang terkecil bernama bronkiolus.
  • Paru-paru. Paru-paru terdiri dari jutaan alveolus yang menerima udara dari bronkiolus dan bertugas sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida.
  • Diafragma adalah otot pernapasan utama. Organ ini dapat berkontraksi dan rileks secara bergantian, sehingga membuat udara dapat masuk dan keluar dari paru-paru.

Cara Kerja Sistem Pernapasan

Kerja sistem pernapasan pada manusia melibatkan semua organ pernapasan. Organ-organ ini bekerja sama untuk membantu tubuh dalam pertukaran gas antara paru-paru (alveolus) dan pembuluh darah, yang kemudian akan disalurkan ke seluruh bagian tubuh atau diembuskan ke udara.

Berikut ini adalah cara kerja sistem pernapasan pada manusia:

  • Ketika Anda menarik napas atau disebut dengan inspirasi atau inhalasi, diafragma dan otot-otot di antara tulang rusuk Anda akan berkontraksi dan meluaskan rongga dada, sehingga paru-paru bisa mengembang dan terisi udara.
  • Udara masuk lewat hidung dan mulut dan melewati proses penyaringan partikel-partikel kecil oleh rambut-rambut hidung, lalu menuju ke trakea atau batang tenggorokan.
  • Udara dari trakea masuk ke paru-paru melewati serangkaian cabang di paru-paru yang disebut dengan bronkus dan bronkiolus, kemudian berujung di alveolus.
  • Ketika udara mencapai alveolus, terjadi proses pertukaran antara oksigen dan karbon dioksida pada pembuluh darah kecil bernama kapiler.
  • Oksigen masuk ke dalam kapiler, kemudian menumpang sel darah merah menuju ke jantung untuk disebarkan ke seluruh tubuh. Di saat yang bersamaan, karbon dioksida masuk dari kapiler ke rongga paru.
  • Setelah pertukaran oksigen dan karbon dioksida selesai, otot diafragma dan tulang rusuk kembali rileks dan rongga dada kembali seperti semula. Udara yang mengandung karbon dioksida pun terdorong dari alveolus menuju ke bronkiolus, bronkus, trakea, hingga ke luar melalui hidung.

Selain berperan dalam pertukaran udara dan gas, sistem pernapasan juga berperan dalam memelihara dan menyeimbangkan kondisi di dalam tubuh agar tetap stabil. Dalam istilah medis kemampuan menyeimbangkan kondisi ini disebut homeostasis.

Sistem pernapasan pada manusia memang tampak seperti hal yang sederhana. Namun di balik masing-masing satu helaan dan hembusan napas, terdapat kerja sama antar organ yang cukup rumit guna mendapatkan oksigen demi kelangsungan seluruh sistem dalam tubuh.

Bila satu hal tidak bekerja dengan baik, fungsi sistem pernapasan secara keseluruhan juga bisa terganggu. salah satu gangguan pernapasan yang berbahaya adalah asfiksia. Oleh sebab itu, kesehatan sistem pernapasan harus dijaga dengan baik, misalnya dengan berhenti merokok atau menghindari asap rokok dan rajin berolahraha.

Jika Anda mengalami gejala adanya gangguan pada sistem pernapasan, seperti sesak napas atau batuk, apalagi yang sudah berlangsung lama, konsultasikan kondisi Anda ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang aman.





SEKIAN DAN TERIMAKASIH...

SEMOGA BERMANFAAT...



Selasa, Oktober 20, 2020

Sistem Pencernaan Manusia

Hari / Tanggal             : Selasa / 20 Oktober 2020
Laboratorium Sains
Materi

SISTEM PENCERNAAN MANUSIA 

Waktu kecil, kamu pasti sering mendengar nasihat orang tua kamu untuk mengunyah makanan dengan baik disertai seruan untuk jangan terburu-buru mengunyahnya. Nah, yang dikatakan orang tua kamu itu memang ada benarnya, loh! Makan terburu-buru bisa membuat kita tersedak dan membuat kerja sistem pencernaan kita jadi terganggu. Padahal proses penguraian makanan menjadi senyawa-senyawa yang dapat digunakan oleh tubuh kita terjadi di sistem pencernaan. Kali ini kita  akan belajar tentang bagian-bagian dari saluran pencernaan pada manusia beserta fungsi dan apa aja yang ada di dalamnya.

Pencernaan manusia melalui 2 proses, yaitu:

a. Secara Mekanik

Proses mencerna makanan dengan mengunyah dan ditekan sampai menjadi seperti bubur.

b. Secara Kimiawi

Proses mencerna makanan dengan menggunakan enzim yang akan menghancurkan ikatan-ikatan senyawa kompleks yang ada dalam makanan tersebut. Enzim-enzim tersebut sangat dibutuhkan karena ketika masih dalam bentuk makanan utuh, senyawa di dalamnya masih dalam bentuk molekul kompleks, atau makromolekul yang terdiri dari lemak, karbohidrat, protein, dan asam nukleat.

Untuk dapat mengolah berbagai macam senyawa tersebut, sistem pencernaan kita terdiri dari berbagai macam organ yang fungsinya melakukan penguraian mekanik dan kimiawi tadi. Diantaranya adalah Mulut, Kerongkongan, Lambung, Usus Halus, Usus Besar hingga Anus.



Organ Pencernaan Manusia

1. Mulut

Mulut merupakan sistem pencernaan yang akan melakukan proses pencernaan paling awal. Di dalam mulut, ada gigi dan lidah yang akan menghancurkan makanan secara Mekanik. Di saat yang sama, enzim di dalam ludah kita yang dihasilkan oleh kelenjar ludah mulai memutus rangkaian-rangkain polimer di dalam makanan.. Setelah makanan yang dikunyah sudah cukup halus, muncul dorongan untuk menelan makanan tersebut. Proses menelan ini adalah tahapan kedua dari proses pencernaan, yaitu propulsi. Pada proses propulsi, makanan yang sudah hancur secara mekanik di mulut didorong lebih dalam di saluran pencernaan.

2. Kerongkongan (Esofagus)

Saat menelan makanan, secara tidak sadar akan dilakukan gerakan peristaltik yang dilakukan oleh otot-otot saluran pencernaan. Pada gerakan peristaltik, otot-otot saluran pencernaan bergerak secara bergantian untuk mendorong makanan ke tujuan berikutnya di saluran pencernaan. Pada gerakan peristaltik, otot-otot saluran pencernaan bergerak secara bergantian untuk mendorong makanan ke tujuan berikutnya di saluran pencernaan. Gerakan peristaltik ini sangat kuat dan mampu melawan gaya gravitasi, loh! Hal ini memungkinkan kamu untuk tetap bisa menelan makanan sambil bergantung di atap (tapi ini tidak disarankan ya, guys!).

3. Lambung (Ventrikulus)

Makanan yang sudah cukup hancur oleh proses pencernaan akan berubah menjadi semacam bubur yang disebut kim/chyme dan menuju lambung. Berbicara tentang lambung, kamu pasti sering mendengar yang namanya asam lambung. Makanan akan dicerna secara kimiawi jadi bentuk yang lebih sederhana. Tapi ternyata di lambung itu juga terjadi pencernaan secara mekanik, loh! Lambung adalah bagian paling elastis di seluruh saluran pencernaan dan mampu menampung 2 – 4 liter makanan.

Proses pencernaan makanan tersebut tidak cuma ditampung dan menunggu asam lambung bekerja, tapi juga digiling dan dihancurkan oleh dinding lambung yang aktif bergerak. Dinding lambung terbuat dari struktur yang mirip dengan bagian saluran pencernaan lainnya ditambah dengan beberapa modifikasi yang hanya ditemukan di lambung. 

Mirip saluran pencernaan lainnya, dinding lambung terdiri dari empat lapisan utama yaitu lapisan mukosa, sub-mukosa, muskularis eksterna, dan serosa. Nah, di lambung lapisan muskularis itu lebih tebal. Ada lapisan otot halus tambahan yang bantu dinding lambung untuk secara aktif menggiling dan menghancurkan makanan yang masuk ke lambung.

4. Usus halus (Intestinum)

Walaupun sangat jago menghancurkan zat-zat makanan, lambung tidak bisa menyerap zat-zat tersebut. Disinilah peran usus halus yang siap untuk menyerap makanan-makanan tersebut agar siap dipakai di sel-sel tubuh.

Usus halus terdiri atas:

a. Usus 12 Jari (Duodenum)

Melakukan proses pencernaan secara kimiawi.

b. Usus Kosong (Jejenum)

Usus tempat sebagian besar penyerapan zat-zat makanan terjadi.

c. Usus Absorpsi (Illeum)

Usus tempat terjadinya penyerapan zat-zat khusus seperti vitamin.

Di usus masih terjadi proses pencernaan lanjutan, baik secara mekanik lewat gerakan peristalsis maupun kimiawi dengan enzim-enzim yang ada di dalamnya. 

Pada proses pencernaan, usus mendapatkan bantuan dari hati, kantong empedu, dan pankreas.

5. Usus besar (Kolon)

Di usus besar, terjadi penyerapan air dan pembusukan sisa makanan. Usus besar sendiri terdiri dari tiga bagian utama, yaitu Kolon, Rektum, dan Anus. Ukurannya jauh lebih pendek dibandingkan dengan usus halus, yaitu sekitar 1.5 meter, tapi diameternya dua kali lebih besar.

Ketika masuk ke usus besar, sebagian besar nutrien yang bisa diserap oleh tubuh sebenarnya sudah diserap oleh usus halus. Fungsi utama dari usus besar adalah menyerap sisa air yang ada di feses dan menyimpan feses tersebut sampai dia siap untuk keluar dari tubuh kita. 

Nah, selagi menunggu keluar, sebenarnya di usus besar juga tetap terjadi proses pencernaan. Tapi, di usus besar, pencernaan bukan dilakukan oleh enzim-enzim, tapi dilakukan oleh bakteri-bakteri yang hidup di dalam usus besar.

Bakteri-bakteri ini akan mencerna bagian chyme yang ga bisa dicerna oleh tubuh dengan menggunakan ribuan enzim yang bisa mereka buat sendiri. Proses ini akan menghasilkan vitamin-vitamin penting dan asam lemak yang masih bisa diserap oleh usus besar kamu. 

Selain itu, bakteri-bakteri ini juga menghasilkan gas-gas seperti karbon dioksida, metana, hidrogen sulfida, dan merkaptan. Kamu pasti sudah tidak asing dengan wanginya. Hehehe..

6. Anus

Makanan yang sudah selesai diproses pasti harus dibuang agar tidak menumpuk di dalam tubuh. Maka dari itu, anus menjadi organ terakhir untuk membantu pembuangan sisa makanan atau defekasi

Itulah proses pencernaan di tubuh kita. Ingat ya, pencernaan ini terjadi di saluran pencernaan kita yang terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus halus, usus besar, dan anus.


SEKIAN DAN TERIMAKASIH... SEMOGA BERMANFAAT...


Senin, Oktober 19, 2020

Sistem Peredaran Darah

Hari / Tanggal            : Senin / 19 Oktober 2020
Laboratorium Sains
Materi

SISTEM PEREDARAN DARAH

Tubuh manusia memiliki sistem peredaran darah yang berperan untuk mengalirkan nutrisi dan oksigen ke seluruh bagian tubuhNamuntidak hanya menyalurkan kedua zat tersebutMasih banyak lagi fungsi lain yang dimiliki oleh sistem peredaran darah manusiauntuk lebih memahaminya simak penjelasan dibawah ini.



Sistem peredaran darah atau yang dalam dunia medis lebih dikenal dengan sistem kardiovaskular merupakan suatu sistem yang berguna untuk menyalurkan berbagai zat penting, seperti nutrisi dan oksigen, dari jantung ke seluruh tubuh.

Selain berperan sebagai penyalur zat, sistem peredaran darah pada manusia juga memiliki fungsi penting lain, yaitu mengeluarkan zat karbon dioksida sisa proses metabolisme tubuh melalui paru-paru, menyalurkan hormon ke seluruh bagian tubuh, menyalurkan suhu tubuh secara merata, mempertahankan kinerja sistem organ di dalam tubuh, dan membantu tubuh untuk pulih dari penyakit.

Organ dalam Sistem Peredaran Darah Manusia

Sistem peredaran darah manusia tersusun atas organ-organ yang berperan dalam pengangkutan darah di dalam tubuh. Adapun organ penyusun sistem peredaran darah pada manusia, meliputi:

  • Jantung
    Jantung merupakan organ vital di tubuh manusia yang bertugas sebagai pemompa darah ke seluruh tubuh. Organ ini terletak di antara paru-paru, di tengah dada, tepatnya di bagian belakang sisi kiri tulang dada. Jantung memiliki ukuran yang sedikit lebih besar dari kepalan tangan.
    Di dalam jantung terdapat empat ruangan yang terbagi menjadi dua bilik (ventrikel) dan dua serambi (atrium). Serambi dan bilik kiri jantung berisi darah bersih yang kaya akan oksigen, sedangkan bilik dan serambi kanan berisi darah kotor. Selain memiliki empat ruangan, jantung juga mempunyai empat katup yang berguna untuk menjaga supaya darah tetap mengalir ke arah yang benar. Detak jantung orang normal berkisar antara 60-100 kali per menit. Namun ada pengecualian, misalnya pada atlet yang bugar, detak jantungnya bisa di bawah 60 kali per menit.
  • Pembuluh darah
    Pembuluh darah merupakan sistem peredaran darah berbentuk tabung otot elastis atau pipa yang berfungsi membawa darah dari jantung ke bagian tubuh lain, ataupun sebaliknya. Pembuluh darah bisa dibedakan menjadi dua, yaitu pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena).
    • Arteri. Merupakan pembuluh darah yang berfungsi membawa darah keluar dari jantung, baik ke seluruh tubuh maupun ke paru-paru. Darah yang dialirkan pembuluh arteri mengandung banyak oksigen, kecuali pada arteri pulmonalis, yang khusus membawa darah kotor untuk dialirkan ke paru. Darah bersih yang dipompa keluar dari jantung akan melalui pembuluh darah utama (aorta) dari bilik kiri jantung. Aorta ini kemudian bercabang menjadi pembuluh darah yang lebih kecil (arteri), yang menyebar ke seluruh bagian tubuh.
    • Vena. Merupakan pembuluh darah yang berfungsi membawa darah kembali ke jantung, dari seluruh tubuh atau dari paru-paru. Vena cava membawa darah kotor yang mengandung karbon dioksida dari seluruh tubuh, yang kemudian akan dialirkan ke paru-paru untuk ditukar dengan oksigen melalui proses pernapasan. Sedangkan vena pulmonalis (vena paru) membawa darah bersih yang kaya oksigen dari paru-paru menuju jantung.
  • Darah
    Darah adalah komponen terpenting dari sistem peredaran darah. Darah memiliki fungsi sebagai pembawa nutrisi, oksigen, hormon, antibodi, serta berbagai zat lainnya, dari dan ke seluruh tubuh. Darah manusia terdiri dari beberapa bagian, yang meliputi plasma darah dan sel-sel darah.
    • Plasma darah, merupakan cairan berwarna kekuningan pada darah yang bertugas membawa zat-zat penting, seperti hormon, protein, dan faktor pembekuan darah.
    • Sel darah merah (eritosit), sebagai pembawa oksigen dan karbon dioksida.
    • Sel darah putih (leukosit), membantu mempertahankan tubuh dari infeksi virus, kuman, jamur, dan parasit.
    • Keping darah (trombosit), dibutuhkan tubuh untuk membantu proses pembekuan darah.

Mekanisme Sistem Peredaran Darah Manusia

Sistem peredaran darah manusia dapat terbagi menjadi tiga, yakni sirkulasi sistemik, sirkulasi pulmonal, dan sirkulasi koroner. Ketiga sirkulasi ini saling bekerja sama untuk memastikan kelangsungan hidup manusia.

  • Sirkulasi sistemik
    Sirkulasi sistemik merupakan sirlukasi darah yang mencakup seluruh tubuh. Sirkulasi ini berlangsung ketika darah yang mengandung oksigen mengisi serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis, usai melakukan pelepasan karbon dioksida di paru-paru. Kemudian, darah yang sudah berada di serambi kiri diteruskan ke bilik kiri, untuk selanjutnya disalurkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah utama (aorta). Darah yang dipompa melewati aorta akan terus mengalir hingga ke bagian paling tepi di seluruh area tubuh. Setelah menyalurkan berbagai zat yang dibawanya ke sel-sel tubuh, darah akan mengalir kembali menuju serambi kanan jantung untuk mengalami proses pembersihan darah.
  • Sirkulasi pulmonal
    Sirkulasi pulmonal (paru), ini merupakan sirkulasi darah dari jantung menuju paru-paru, dan sebaliknya. Sirkulasi ini berlangsung saat darah yang mengandung karbon dioksida dari sisa metabolisme tubuh kembali ke jantung melalui pembuluh vena besar (vena cava). Lalu, memasuki serambi kanan dan diteruskan ke bilik kanan jantung. Selanjutnya, darah yang sudah berada di bilik kanan akan dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, untuk melakukan pertukaran gas karbon dioksida dengan oksigen. Setelah itu, darah bersih yang kaya oksigen akan memasuki serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis.
  • Sirkulasi koroner
    Sama seperti organ tubuh lain, jantung juga membutuhkan asupan oksigen dan nutrisi supaya dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Darah yang menutrisi jantung akan dialirkan melalui arteri koroner ke otot-otot jantung. Maka dari itu, sumbatan pada arteri koroner bisa mengurangi aliran oksigen dan nutrisi ke otot jantung, sehingga meningkatkan risiko terkena serangan jantung.

Gangguan pada Sistem Peredaran Darah

Jika aliran darah terganggu, maka organ tubuh akan mengalami kerusakan dan menimbulkan berbagai penyakit lain yang lebih serius. Kelainan sistem peredaran darah bisa disebabkan oleh beberapa faktor, baik berupa kelainan bawaan lahir maupun penyakit yang didapatkan setelah lahir. Berikut daftar penyakit yang bisa mengganggu sistem peredaran darah, di antaranya:

Gangguan pada sistem peredaran darah bukanlah hal yang dapat dianggap remeh. Kondisi-kondisi ini memerlukan penanganan medis segera. Oleh karenanya, penting bagi Anda untuk selalu menerapkan pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga berat badan ideal, dan melakukan pemeriksaan medis ke dokter secara berkala, supaya terhindar dari berbagai penyakit akibat terganggunya sistem peredaran darah.




SEKIAN DAN TERIMAKASIH...

SEMOGA BERMANFAAT...



Jumat, Oktober 16, 2020

Mengenal Mikroskop Beserta Bagian-Bagiannya

Hari / Tanggal            : Jum'at / 16 Oktober 2020
Laboratorium Sains
Materi


MENGENAL MIKROSKOP BERSERTA BAGIAN-BAGIANNYA




Sebagian dari kalian mungkin telah cukup familiar dengan mikroskop. Mikroskop merupakan alat yang digunakan untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat secara kasat mata. Biasanya ini akan kita temukan di hampir seluruh laboratorium. Tugasnya ya itu tadi, untuk dapat mengamati organisme berukuran kecil (mikroskopis).

Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu, mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan.

Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan mikroskop monokuler dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel. Sementara berdasarkan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan, mikroskop dibagi menjadi 2 bagian, yaitu mikroskop sederhana (yang umumnya digunakan pelajar) dan mikroskop riset (mikroskop dark-field, fluoresens, fase kontras, Nomarski DIC, dan konfokal).

Bicara mengenai struktur mikroskop, ada beberapa bagian dari alat ini yang perlu kita ketahui. Secara garis besar, ini terbagi ke dalam dua bagian utama, yakni bagian optik dan bagian non-optik. Nah, mana yang termasuk ke dalam bagian optik dan mana yang non-optik? Berikut penjelasannya.

Bagian Optik

Bagian optik dari mikroskop terdiri dari lensa onjektif dan lensa okuler. Lensa objektif berfungsi untuk memperbesar bayangan benda, sedangkan Lensa Okuler adalah lensa yang letaknya dekat dengan mata pengamat.

Selain itu, ada juga Revolver yang merupakan tempat menempelnya lensa objektif. Revolver berfungsi untuk mengganti perbesaran lensa objektif.

Bagian Non-optik

Bagian non-optik pada mikroskop meliputi diafragma, kondensor, mikrometer, makrometer, lengan mikroskop, cermin, meja benda, penjepit kaca objek (preparat), serta kaki dan lengan mikroskop.

Diafragma
Diafragma berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk menuju kondensor

Kondensor
Kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya dari cermin menuju ke preparat.

Makrometer
Makrometer berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan badan mikroskop dengan cepat.

Mikrometer
Mikrometer atau pemutar halus berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan badan mikroskop dengan lambat.

Lengan Mikroskop
Lengan mikroskop berfungsi sebagai tempat untuk memegang mikroskop ketika memindahkan mikroskop.

Cermin
Cermin berfungsi untuk memantulkan sumber cahaya menuju kondensor.

Meja Benda
Meja benda berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan preparat yang akan diamati.

Penjepit
Penjepit berfungsi untuk menjepit preparat agar tidak bergeser ketika sedang dilakukan pengamatan.

Kaki Mikroskop
Kaki mikroskop adalah bagian yang berfungsi untuk menyangga mikroskop.



SEKIAN DAN TERIMAKSIH...
SEMOGA BERMANFAAT...

Kamis, Oktober 15, 2020

Dampak Positif dan Negatif Globalisasi Ekonomi dan Sosial Budaya

Hari / Tanggal            : Kamis / 15 Oktober 2020
Laboratorium Sains
Materi

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF GLOBALISASI EKONOMI DAN SOSIAL BUDAYA

Ketika kalian mendengar kata “Globalisasi”, lalu apa yang terlintas di benak kalian? Oke, mungkin yang terlintas di pikiran kalian adalah soal kemajuan atau mungkin ada yang berpikir bahwa globalisasi itu sebuah ancaman. Hmm sebenarnya tidak ada yang salah dari keduanya. Globalisasi memang memberikan dampak yang bermacam-macam bagi kehidupan makhluk hidup, terutama manusia, tergantung bagaimana manusia menyikapinya.

Kalian pastinya sudah tahu kan kalau globalisasi adalah fenomena sosial yang sangat dekat dengan kehidupan kita. Mulai dari globalisasi teknologi, globalisasi alat komunikasi, dan globalisasi budaya yang berkaitan dengan perubahan gaya hidup masyarakat.

Globalisasi teknologi tidak bisa kita hindari, kenapa? Karena teknologi terus berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Kalian harus lihat, bagaimana China perlahan mulai menyaingi Jepang dalam ranah teknologi. Begitu pula dengan penemuan-penemuan pada bidang teknologi lainnya. Mulai dari teknologi komunikasi sampai teknologi peralatan perang. Baik Negara bagian timur dan Barat, semua berlomba membuat terobosan baru pada ranah teknologi.

Semua kemajuan itu terjadi karena perkembangan ilmu pengetahuan. Sedari kecil, para penemu ini sudah sangat tertarik dengan ilmu pengetahuan, sehingga mereka mulai mencoba, mencari, meneliti, dan ahirnya mencipta. Sedangkan, ketika pemahaman terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi rendah, akan berdampak pada rendahnya kualitas sumber daya manusia.

Oke, contoh dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memunculkan SDM yang berkualitas, bisa kita lihat pada Gojek, Tokopedia, Ruangguru, ketiganya adalah karya anak-anak Indonesia. Mereka memanfaatkan teknologi untuk membantu masyarakat dalam beraktifitas, bepergian, belanja, dan juga belajar.

Terus kalian pastinya tahu dong mobil ESEMKA, itu juga salah satu dari karya anak bangsa. Artinya, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan pun sudah dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak muda Indonesia, dan hal ini memberi dampak positif bagi masyarakat.


Mobil esemka hasil karya anak bangsa (Sumber: dennydio.staf.akprind.ac.id)


Selanjutnya kita akan lihat dampak positif dan negatif globalisasi pada bidang ekonomi, bidang sosial budaya, dan bidang politik.

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF GLOBALISASI DI BIDANG EKONOMI

Perekonomian adalah bagian dari kehidupan sosial yang paling banyak bersentuhan dengan globalisasi. Misalnya perdagangan internasional dan masuknya barang-barang impor di Indonesia. Globalisasi ekonomi pun membawa dampak positif bagi masyarakat kita, misalnya sebagai pemicu kreativitas dan inovasi masyarakat untuk bertahan dan bersaing dalam perdagangan global. Kemudian ada juga dampak negatif globalisasi di bidang ekonomi yang bisa menimbulkan kesenjangan ekonomi di masyarakat luas.

Contoh dari globalisasi di bidang ekonomi salah satunya adalah e-commerce, seperti Tokopedia, Amazon, Ebay, dan lainnya. E-commerce menjadi salah satu bisnis yang sedang tumbuh pesat. Melalui e-commerce, manusia akan dimanjakan oleh kemudahan-kemudahan bertransaksi barang apapun. Bisnis e-commerce ini didukung oleh kemajuan teknologi dan industri telekomunikasi dan informasi.

dampak globalisasi di bidang ekonomiDampak positif dan negatif globalisasi di bidang ekonomi

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF GLOBALISASI DI BIDANG SOSIAL BUDAYA

Globalisasi membawa dua dampak bagi kehidupan sosial budaya masyarakat. Secara garis besar, globalisasi banyak mengubah pola pikir masyarakat yang tadinya tradisional dan akhirnya berkembang menuju modern. Globalisasi juga mengubah pola kehidupan masyarakat, salah satunya menuntun masyarakat jadi mengenal banyak budaya dari negara-negara di luar.

Akan tetapi, masuknya budaya luar pun harus menjadi perhatian kita nih Squad. Saat ini kebanyakan anak-anak muda mulai tidak mengenal budaya asli Indonesia. Hal ini sangat disayangkan, karena di dalam kebudayaan lokal, terkandung banyak makna dan nilai yang bisa kita pelajari. Untuk itu, dalam menerima perkembangan budaya luar, kita pun tidak boleh melupakan budaya sendiri.

dampak globalisasi di bidang sosial budayaDampak positif dan negatif globalisasi di bidang sosial budaya

Sekarang kalian sudah paham kan, bahwa globalisasi memiliki dampak positif dan negatif bagi masyarakat dan negara. Baik globalisasi teknologi, globalisasi ekonomi, globalisasi sosial budaya, semua memiliki dampak positif dan negatif. Lalu bagaimana agar kita bisa mengantisipasi dampak-dampak negatif tersebut? Tentunya dengan terus belajar, perpikir dengan cerdas, dan memperhatikan setiap perkembangan baik ranah sosial, politik, ekonomi, budaya, juga teknologi.

Tinggi rendahnya ilmu pengetahuan kita, berdampak pada tinggi rendahnya dampak postifi dan negatif globalisasi. So kalian bisa belajar di ruangbelajar, di mana kalian akan belajar dengan menggunakan aplikasi dan internet. Model pembelajaran yang canggih, kemudian efektif serta lebih terfokus pada contoh real, dapat membuat kalian mudah memahami materi-materi yang diajarkan.



SEKIAN DAN TERIMAKASIH...

SEMOGA BERMANFAAT...