Kamis, September 27, 2012


tentang kehamilan kembar 
Kehamilan kembar terjadi bila 2 atau lebih ovum mengalami pembuahan ( dizygotic) atau bila satu ovum yang sudah dibuahi mengalami pembelahan terlalu dini sehingga membentuk 2 embrio yang identik (monozygotic).
Tipe bayi kembar
tipe bayi kembar ada dua macam yakni kembar identik dan non identik
1. Kembar Identik
Kembar identik berasal dari satu telur (monozigot) lalu membelah menjadi dua bagian sama persis. hampir semua bayi kembar identik mempunyai jenis kelamin yang sama. penampilannya pun sangat mirip
2. Kembar Non-Identik
Kembar Non-Identik berasal dari sua sel telur (dizigot). Bayi kembar ini biasanya mempunyai jenis kelamin yang berbeda dan tidak mirip satu sama lain. Bayi kembar non-identik lebih jarang terjadi. Pasalnya, normalnya seorang wanita hanya mengeluarkan satu sel telur setiap bulannya.
Faktor yang mempengaruhi terjadinya hamil kembar
1. Keturunan
Bila keluarga ibu mempunyai riwayat atau garis keturunan kembar, kemungkinan untuk mendapatkan bayi kembar lebih tinggi dibandingkan dengan ayah yang mempunyai riwayat kembar
2. Suku Bangsa

Bangsa Asia mempunyai kemungkinan hmil kembar lebih sedikit di bandingkan dengan bangsa Eropa maupun Bangsa Afrika. Berikut ini perbandingan kemungkinan bayi kembar menurut suku bangsanya
- Bangsa Eropa ( wanita kulit putih) 1:100
- Bangsa Afrika ( wanita kulit hitam) 1:80
- Bangsa Asia 1: 155

3. Usia Ibu
Bila usia ibu hamil mendekati 37 tahun, semakin besar kemungkinan mendapatkan hamil kembar. namun setelah lewat usia 37, kemungkinannya menurun
4. Teknologi bayi tabung
Bila mengikuti program bayi tabung, kemungkinan mendapatkan bayi kembar meningkat 16-40%. Program bayi tabung bahkan memungkinkan seorang ibu untuk mendapatkan bayi kembar lebih dari dua. hal ini tentu akan sangat menggembirakan bagi ibu yang sudah lama dan sul;it mendapatkan anak. namun nayi kembar lebih dari dua sebenarnya tidak diharapkan oleh dokter karena resikonya lebih besar.
5. Gizi dan Nutrisi
Ibu yang konsumsi nutrisinya baik dan ukuran tinggi badannya tinggi mempunyai kemungkinan hamil kembar lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang tinggi badannya lebih rendah
6. Terapi Kesuburan
Obat-obatan penyubur meningkatkan kejadian kehamilan kembar.
Persiapan yang dapat dilakukan untuk kehamilan kembar yang sehat:
* Nutrisi yang mencukupi: BBLR atau berat badan lahir rendah adalah salah satu dari kebanyakan permasalahan dengan kelahiran kembar.  Dengan memberikan nutrisi makanan yang cukup dan sehat  dengan diet yang seimbang, akan membantu menurunkan kemungkinan komplikasi.  Makan dengan nutrisi yang mencukupi, dalam kehamilan ini anda memerlukan tambahan 300 – 500 kalori perhari, makan dengan variasi makanan seimbang.
* Pemeriksaan Antenatal Care yang teratur: Setiap kehamilan sebaiknya melakukan pemeriksaan antenatalcare yang teratur sehingga dokter dapat melakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap kehamilan baik ibu dan bayi.  Begitu juga untuk kehamilan kembar anda perlu untuk melakukan pemeriksaan ANC yang teratur sesuai jadwal yang diberikan untuk memonitor kehamilan kembar anda sehingga dapat membantu untuk menurunkan resiko atau komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan kembar.  Dengan melakukan pemeriksaan ANC teratur anda dapat lebih yakin bahwa anda dalam monitor dan penanganan medis yang terbaik sedapat mungkin.
* Istirahat Yang Cukup: Pada kehamilan kembar tubuh anda bekerja dua kali lebih keras, untuk itu anda juga memerlukan istirahat dua kali lebih banyak.  Cobalah untuk mencari waktu untuk beristirahat selama aktivitas anda sehari-hari.  Carilah bantuan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga anda. Dokter anda mungkin akan menganjurkan anda untuk mengambil cuti kerja lebih awal bila anda bekerja, dan bahkan mungkin untuk melakukan istirahat tidur dirumah
* Rencanakan dan Bicarakan Mulai dari Sekarang; Menghadapi kehamilan kembar ini anda akan mengalami perubahan dalam perasaan anda, bicarakan segalanya dengan pasangan anda, juga rencanakan apa yang ingin anda lakukan, segalanya akan berubah dengan kelahiran si kembar.  Setelah kelahiran anda dan pasangan akan sibuk oleh kehadiran si kecil, oleh karenanya penting untuk mencari waktu saat ini untuk dapat membicarakan dan merencanakan. Dengan persiapan dan perencanaan awal akan membantu anda untuk dapat mempersiapkan dan mengatasi segalanya dengan lebih baik.  Perlunya dukungan dari pihak suami juga keluarga untuk anda.
Komplikasi untuk kehamilan kembar biasanya akan lebih tinggi dari pada kehamilan tunggal.  Oleh karenanya melakukan antenatalcare teratur sangat membantu dalam memonitor perkembangan kehamilan dan bayi anda, seperti pemeriksaan tekanan darah, dan juga komplikasi kehamilan kembar lainnya.
Resiko kehamilan kembar :
1. Berat badan ibu lebih berat
2. Mual dan muntah lebih berat
3. Kehilangan darah dalam proses persalinan lebih banyak
4. Angka keguguran meningkat
5. Angka kelainan cacat bawaan meningkat
6. Kelahiran prematur meningkat (lebih dari 50% bayi lahir pada usia kehamilan kurang dari 36 minggu.
7. Kematian pada salah satu bayi kembar
Bayi kembar dapat diketahui lebih mudah dengan USG. Hamil kembar perlu mendapat perhatian yang lebih dalam menjaga kesehatan, baik dari ibu sendiri ataupun dari tenaga kesehatan. Ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan bulanan yang teratur dan monitoring dengan USG lebih sering.
Melahirkan bayi kembar secara persalinan Normal atau pervaginum adalah mungkin dan aman, tetapi persalinan normal pada bayi kembar tergantung dari banyak faktor, termasuk bagaimana posisi bayi saat kelahiran dan bagaimana bayi melalui persalinan ini.  Juga tergantung dari keadaan kesehatan ibu hamil, serta tergantung pada indikasi, syarat, dan kontraindikasi yang terjadi pada waktu akan melahirkan. Contohnya, bila posisi kepala bayi pertama (yang paling bawah) ada di bawah, kemungkinan masih bisa lahir normal. Jika bayi berada dalam posisi yang tidak memungkinkan, atau posisi saling mengunci maka persalinan melalui operasi seksio akan dilakukan.
Sumber:
  • Buku Solusi Sehat Seputar Kehamilan Oleh dr. Hermawan Wibisono, Sp. OG & Ayu Bulan Febry Kurnia Dewi, S.KM
  • www.infoibu.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar