Senin, Oktober 13, 2014

Dengan dimasukkan ke dalam termos, suhu air akan tetap terjaga. Ini Karen struktur lapisan khusus yang terdapat dalam termos. Termos terdiri dari dua lapisan yaitu bagian dalam dan bagian luar yang dilapisi perak. Dan ditengahnya terdapat ruang hampa udara. Dalam keadaan hampa udara, energy tidak akan bias dihantarkan, dan panas didalam termos tidak dapat dihantarkan keluar termos. Panas yang dihasilkan air yang dimasukkan ke botol termos juga dipantulkan terus menerus di bagian lapisan perak, sehingga panasnya dapat terus bertahan

Perhatikan gambar berikut ini

Tutup Sumbat Termos = Mencegah perpindahan kalor secara konduksi.

Dinding Dalam Kaca = Mencegah perpindahan kalor dari air panas agar tidak diserap oleh dinding.

Dinding Luar Kaca = Mencegah perpindahan kalor secara radiasi.

Ruang Hampa Udara (Vakum) = Membatasi kemungkinan panas hilang dari dalam atau masuk ke dalam termos dengan konveksi.

Dinding Pelingdung Kaca = Sebagai isolator antara tabung kaca dengan udara sekitar.

Karet Penahan Kaca = Menjaga posisi botol (kaca) tetap ditempatnya.

Termos dibuat dari kaca yang berdinding rangkap, diantara dinding itu dibuat hampa udara dan salah satu dindingnya dilapisi oleh lapisan  perak agar kalor dari air panas tidak diserap oleh dinding. dan agar tidak terjadi perpindahan kalor secara radiasi. 

cara kerja:
panas yang akan keluar dipantulkan kembali agar tidak keluar dari termos. 
Sedangkan bagian tengahnya sengaja dibuat hampa udara sehingga akan memperkecil kemungkinan terjadinya konduksi dan konveksi.
Karena tidak ada medium didalam ruang hampa udara, peristiwa itulah yang dimanfaatkan oleh orang untuk membuat termos dan menjaga air didalam termos tersebut tetap panas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar